TERNATE, OT - Pemerintah Kota Ternate melalui Bappelitbangda, menggelar Forum Perangkat Daerah dan Mustembang RKPD Kota Ternate tahun 2027, bertempat di royal resto Kalumpamg, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan yang dibuka Wakil Wali Kota, Nasri Abubakar, turut dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRD, para pimpinan Perguruan Tinggi, Sekretaris Daerah Kota Ternate beserta para asisten dan staf ahli, pimpinan OPD, para Camat dan Lurah, para peserta Forum Perangkat Daerah dan Musrenbang serta tamu undangan lainnya.
Wakil Wali Kota Ternate, dalam sambutan tertulisnya menyampaikan, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) merupakan bagian penting dalam proses penyusunan rencana pembangunan daerah, sebagaimana telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
"Melalui Forum Perangkat Daerah dan Musrenbang RKPD, berbagai aspirasi masyarakat yang telah dihimpun melalui tahapan Musrenbang di tingkat kelurahan dan kecamatan, serta pokok-pokok pikiran DPRD dan rencana kerja perangkat daerah, diselaraskan untuk merumuskan prioritas pembangunan daerah yang lebih fokus, terarah, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat," kata Wawali.
Menurutnya, Forum Perangkat Daerah dan Musrenbang RKPD bertujuan untuk, membahas dan menyepakati usulan kegiatan pembangunan yang menjadi prioritas dari tingkat kecamatan.
"Kemudian, membahas kegiatan prioritas pembangunan yang belum tercakup dalam usulan kecamatan, serta menyepakati pengelompokan kegiatan prioritas berdasarkan tugas dan fungsi perangkat daerah," terangnya.
Dengan demikian, forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan berbagai kepentingan pembangunan daerah secara lebih komprehensif dan terintegrasi.
Dikatakan Wawali, penyusunan RKPD Kota Ternate Tahun 2027 merupakan bagian penting dari tahapan pelaksanaan RPJMD Kota Ternate tahun 2025–2029, sekaligus menjadi instrumen utama dalam mengarahkan kebijakan pembangunan daerah setiap tahunnya.
"Berdasarkan capaian pembangunan yang telah diraih, dinamika isu strategis pembangunan daerah, serta arah kebijakan pembangunan jangka menengah Kota Ternate, maka tema pembangunan Kota Ternate tahun 2027 adalah:“Penguatan City Branding Ternate sebagai Kota Rempah dan Pengembangan Kawasan Ekonomi Strategis Berbasis Kepulauan Melalui Peningkatan Daya Saing Industri Kreatif, UMKM dan IKM Serta Kapasitas Penyandang Distabilitas"
Tema ini, lanjut Wawali, mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Ternate untuk memperkuat identitas historis dan keunggulan lokal sebagai bagian dari jalur perdagangan rempah dunia, sekaligus mendorong transformasi ekonomi daerah yang berbasis pada potensi kepulauan.
Sejalan dengan tema tersebut, arah prioritas pembangunan Kota Ternate Tahun 2027 akan difokuskan pada:
- Penguatan City Branding Ternate sebagai Kota Rempah serta pengembangan kawasan ekonomi strategis berbasis kepulauan guna mendorong kemandirian ekonomi daerah.
- Pengembangan iklim usaha yang kondusif melalui peningkatan daya saing industri kreatif, UMKM, dan industri kecil menengah.
- Peningkatan kapasitas penyandang disabilitas, melalui pemberdayaan ekonomi dan penguatan kewirausahaan yang inklusif.
"Selain tiga agenda prioritas tersebut, Pemerintah Kota Ternate juga akan terus mengakselerasi pelaksanaan agenda prioritas pembangunan daerah dalam RPJMD Kota Ternate Tahun 2025–2029, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan," tuturnya.
Perencanaan pembangunan jangka menengah daerah merupakan arah dan pedoman strategis bagi seluruh perangkat daerah dalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan selama lima tahun ke depan.
Menurut Wawali, kebijakan yang telah dirumuskan merupakan hasil dari proses panjang yang menghimpun berbagai aspirasi masyarakat serta menjawab berbagai persoalan aktual pembangunan perkotaan.
Karena itu, lanjut Wawali, Forum Perangkat Daerah dan Musrenbang RKPD ini menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa setiap program pembangunan yang direncanakan benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat serta mampu menjawab tantangan pembangunan Kota Ternate ke depan.
"Seluruh program dan kebijakan pembangunan tersebut pada akhirnya bermuara pada upaya mewujudkan Visi Pembangunan Kota Ternate, yaitu “Ternate Andalan atau Ternate Mandiri dan Berkeadilan Jilid II," tegas Wawali.
Dalam sambutannya, Wawali juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Ternate akan terus mengawal setiap tahapan perencanaan pembangunan, mulai dari Musrenbang tingkat kelurahan, kecamatan, hingga pada proses penganggaran dalam APBD.
"Hal ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui proses Musrenbang dapat diakomodasi secara optimal dalam kebijakan pembangunan daerah," ungkapnya.
Wawali juga berharao, seluruh pimpinan perangkat daerah, camat, serta para delegasi kecamatan agar dapat mengikuti forum ini secara sungguh-sungguh, dengan mempertimbangkan:
- Urgensi kebutuhan masyarakat,
- Keterpaduan program pembangunan,
- Ketercapaian indikator kinerja pembangunan daerah,
- Keterbatasan kemampuan fiskal daerah.
Dengan demikian, program dan kegiatan yang dihasilkan dari forum ini benar-benar terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Di akhir sambutannya, Wawali turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah, para camat, delegasi kecamatan, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi aktif dalam seluruh tahapan perencanaan pembangunan daerah, mulai dari Musrenbang tingkat kelurahan hingga pada pelaksanaan Forum Perangkat Daerah dan Musrenbang RKPD Kota Ternate Tahun Perencanaan 2027 pada hari ini.
"Akhirnya dengan mengucapkan Bismillahirahmanirrahim, maka Forum Perangkat Daerah dan Musrenbang RKPD Kota Ternate Tahun 2027, pada Hari Selasa, tanggal 10 Maret 2026, secara resmi, saya nyatakan dimulai," pumgkas Wawali.
(fight)









