Home / Ekonomi / Properti
06 Juni 2018

Ekspor dan Impor Malut Turun

Ilustrasi Tambang

TERNATE, OT- Perkembangan ekspor dan impor Provinsi Maluku Utara (Malut), pada April 2018 mengalami penurunan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara (Malut), Misfaruddin menyampaikan, untuk nilai ekspor provinsi Malut pada April 2018 sebesar U$$45,93 juta, mengalami penurunan 0,99 persen dibandingkan Maret 2018 senilai U$$46,39 juta. “Ekspor Malut berupa golongan barang bijih, kerak dan abu logam serta besi dan baja,” ujarnya.

Namun, Kata dia, jika secara kumulatif, ekspor Malut Januari-April 2018 sebesar U$$163,07 juta, mengalami peningkatan 208.21 persen dibandingkan periode Januari-April 2017 sebesar U$$52,91 juta.

Sementara untuk perkembangan impor Malut, lanjut dia, pada April 2018 sebesar U$$8,32 juta, mengalami penurunan 74,83 persen dibandingkan Maret 20188 senilai U$$33,07 juta.

Menurutnya, volume impor provinsi Malut pada April 2018 mencapai 31,60 ribu ton atau mengalami kenaikan 273,19 persen dibandingkan Januari 2018 hanya 9,37 ton. “April 2018 Provinsi Malutmengimpor 16 golongan barang dengan nilai impor terbesar pada golongan barang bahan bakar mineral senilai U$$5,12 juta,” ujarnya.

“Barang impor Malut pada April 2018 berasal dari Tiongkok dan Federasi Rusia,” katanya.

Sedangkan untuk nilai impor Malut pada Januario-April 2018 sebesar U$$68,05 juta atau mengalami kenaikan 295,15 persen, dibandingkan dengan impor Januari-April 2017 senilai U$$17,22 juta.

Untuk volume impor Malut Januari-April 2018 sebesar 127,93 ribu ton atau mengalami kenaikan 70,74 persen, jika dibandingkan dengan periode Januari-April 2017.  (red)


Reporter: Sartika M. Bodja