TERNATE,OT- Anggota Badan Pengawas Pemilhan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara, Masita Nawawi Gani menyampaikan, Bawaslu periode 2017-2022 tetap menjaga solidaritas dan sinergitas antara komisioner dan sekretariatan dalam mengemban tugas dan fungsi pengawasan.
Menurutnya, apa yang telah dilakukan Bawaslu periode sebelumnya tetap dipertahankan. “Sudah menjadi tradisi di Bawaslu untuk jaga solidaritas dan sinergitas serta menjaga hubungan baik dalam membangun Bawaslu kedepan, antara komisioner dan Sekretariatan," ujar Masita
Predikat Bawaslu tTerharmonis yang diperoleh pada Bawaslu Award, kata Masita, harus dipertahankan oleh Bawaslu periode 2017-2022, terutama dirinya dan dua rekannya.
Kekompakan dan solidaritas itu mulai dillakukan, pada saat pemilihan ketua Bawaslu Malut periode 2017-2022. “Saat Bawaslu Pusat mengumumkan tiga calon anggota Bawaslu Malut terpilih. Mungkin kami yang pertama memilih ketua dibandikan dengan provinsi lainnya. Dan saya bersaa pak Aslan langsung pilih pak Muksin sebagai ketua”, katanya.
Dia mengakui, tugas Bawaslu bersentuhan dengan kepentingan politik, intervensi dan aduh domba pihak lain bisa terjadi dan kapan saja. Namun, hal itu dapat ditangkal jika sesama komisioner dan kesektariatan kompak.
Menurut Masita, apapun masalah dalam suatu organisasi harus dbicarakan bersama. Berbeda pendapat dalam organisasi adalah sesuatu yang lajim, tetapi harus diselesaikan bersama.
Untuk itu, dengan menjalin hubungan yang baik antara komisioner dan Sekretariat, maka akan menumbuhkan iklim kerja yang solid. “Itu menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas pengawasan dan akan terjaga apabila hubungan diantara kedubelah pihak tetap solid,” ungkapnya.
Bawaslu periode sebelumnya selalu menanamkan dan menekankan pemaknaan tentang penyelenggara pemilu, yakni sinergitas dan harmoni yang sangat baik antara Komisioner dan sekretariat.
“Kita harus jaga kepercayaan publik, kinerja Bawaslu harus lebih baik dan kebersamaan ini harus dipertahankan,” tutup Srikandi Bawaslu Malut.(red)









