Home / Ekonomi / Perbankan
19 September 2020

KPC Bastiong Sosialisasi Produk Aplikasi Pos Giro Mobile

Sosialisasi aplikasi PGM oleh pegawai KPC Bastiong kepada penerima BLT

TERNATE, OT - Dalam rangka memudahkan masyarakat bertansaksi di era industri 0.4, PT. Pos Indonesia telah melumcurkan produk transaksi digital yang diberi nama POSGIRO Mobile (PGM).

Untuk memperkenalkan produk tersebut kepada masyarakat luas, Kantor Pos Cabang (KPC) Bastiong, Sabtu (19/9/2020), melakukan sosialisasi kepada warga Kecamatan Ternate Selatan khususnya pemerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Kepala Kantor Pos Pemeriksa (KPRK) Ternate, M Subhan, melalui Kepala Kantor Pos Cabang (KPC) Bastiong, Tuty Ali mengatakan, sosialisasi layanan PGM ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat bertransaksi dengan lebih mudah.

Kata dia, PGM merupakan aplikasi daring yang diumduh pada handphone untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi.

Dikatakan, di era tekhnologi, tentunya Kantor Pos juga mencoba melakukan perubahan layanan dengan cara meluncurkan aplikasi PGM berbasis tekhnologi, "karena selama ini, masyarakat mengetahui kantor Pos hanya sebagai jasa pengiriman surat, namun saat ini, hampir semua kebutuhan transkasi keuangan dapat dilakukan di kantor Pos," tukasnya.

Kepala KPC Bastiong, Tuty Ali menjelaskan, PGM memiliki beberapa layanan, diantaranya, Layanan Bill Payment atau pembayaran berbagai tagihan seperti listrik, PDAM, cicilan motor, mobil, BPJS, pembelian pulsa, token atau voucher dengan jaringan lebih dari 400 biller.

"Kemudian, layanan pengiriman uang ke/antar rekening Giropos dan layanan Weselpos Instan bagi tujuan bukan pemegang rekening Giropos," terang Tuty.

Selain itu, layanan lain yang ditawarkan pada aplikasi PGM adalah fasilitas ccan QR code untuk pembayaran/pembelian via merchant/micro payment dengan basis rekening Giropos.

"Ada juga layanan, pengembangan pengiriman uang dari Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di manca negara ke tujuan kampung halamannya dan di mana saja wilayah Indonesia," ungkap Tuty seraya menyebut, untuk layanan ini, baru diberlakukan pada Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. (thy)


Reporter: Ibenk