Home / Ekonomi / Perbankan

BPRS Bahari Berkesan Sumbang Rp, 2,2 Miliar PAD Kota Ternate

01 Maret 2022
Direktur Utama PT. BPRS Bahari Berkesan, H Risdan Harly

TERNATE, OT - Sepanjang tahun 2021 PT. Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Bahari Berkesan Ternate menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 2,2 miliar.

Bank yang merupakan salah satu unit usaha dari Badan Usaha Milik Daerah PT. Holding Company itu, telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada akhir pekan lalu.

Direktur Utama PT. BPRS Bahari Berkesan, H Risdan Harly mengatakan, dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang di hadiri Wali Kota pekan kemarin pihaknya mempertangung jawabkan laporan keuangan di mana laba PT. BPRS Bahari Berkesan tahun 2021 mengalami keuntungan sebesar Rp 5.100.000.000.

Jumlah itu setelah pemotongan zakat dan pajak, sehingga laba (keuntungan) bersih menjadi Rp 4.200.000.000. "Jika kita lihat capaian PT BPRS Bahari Berkesan, maka secara perhitungan PT BPRS Bahari Berkesan dari keuntungan laba 2021 ini bisa memberikan kontribusi dividen dalam bentuk PAD ke pemerintah kota Ternate sebesar Rp 2.200.000," katanya.

Menurutnya, kontribusi PAD meningkat 100 persen dari tahun 2020 lalu, karena di tahun 2020 pihak nya hanya berkontribusi ke PAD sebesar Rp 1.300.000.000.

Untuk aset, Risdan menyebut, aset nya tumbuh sebesar Rp 109.000.000 dari target yang di rencanakan pada tahun 2021, atau naik 133 persen. Selain itu juga dana pihak ketiga juga mengalami peningkatan pada tahun 2021 sebesar Rp 56.000.000.000 atau pencapaian nya 155 persen.

Dikatakan, penyaluran pembiayaan sebesar Rp 64.000.OOO.OOO. Serta pencapaian target 105 persen. Meski pihaknya mengaku terhambat dengan modal, sebab sejak 2020 lalu BPRS tidak mendapat penyertaan modal dari Pemerintah Kota Ternate. "Meskipun begitu, PT. BPRS Bahari Berkesan tetap mampu memberikan kontribusi PAD dengan jumlah mencapai 2,2 milyar untuk tahun 2021 ," terangnya.

Foto bersama

Dia menjelaskan, rencana jangka panjang nanti di tahun 2022 pihaknya memiliki target peningkatan aset dan dana pihak ketiga. Namun perencanaan di susun juga realistis, menyesuaikan dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang terbilang sedikit melemah akibat dampak covid-19.

"Sesuai saran dari OJK, karena rencana bisnis 2022 kita juga sudah di setujui OJK," ungkapnya.

Kata dia, aset yang di rencanakan pada tahun 2022 sekitar Rp 88.000.OOO.OOO, dana pihak ketiga di rencanakan sebesar Rp 50.000.000.000. serta pembiayaan sebesar Rp 69.000.OOO.OOO.

Selain itu untuk laba yang di targetkan oleh BPRS pada tahun 2022 ini sebesar Rp 3.700.000.000. "Ini kan target, tentu kita berharap dari target ini kita bisa lampaui. Dan itu semua bergantung dengan kondisi di lapangan. Artinya targetnya bisa tercapai, bisa juga tidak," tutupnya.

 


Reporter: Gibran
Editor: Fadli

BERITA TERKAIT