TERNATE, OT - Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Selasa (17/3/2020) menggelar rapat senat luar biasa dalam rangka pengukuhan Prof. Dr. Saiful Deni, S.Ag,. M.Si, sebagai guru besar ilmu administrasi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, di Ballroom Royal Resto Ternate.
Usai pengukuhan, Saiful Deni kepada sejumlah wartawan mengatakan, jabatan tinggi dalam sebuah akademik adalah guru besar atau profesor dan tugasnya menyebarluaskan ilmu pengetahuan.
"Kalau saya sendiri mungkin fokus di ilmu administrasi negara. Bagaimana cara administrasi, demokrasi pemerintahan bisa berjalan dan seterusnya, mulai dari pelayanan masyarakat dan kebijakan pemerintah terhadap masyarakat. Itu disiplin ilmu yang saya bidangi," jelas rektor UMMU ini.
Saiful mengaku, semua liku-liku proses kesuksesan sudah dilalui, mulai dari menjadi seorang ASN hingga menjadi guru besar saat ini, hal tersebut tentunya semua dosen atau tenaga pengajar pasti ingin memilikinya.
Menurutnya, sangat berat untuk jadi seorang guru besar, karena dari sisi pengetahuan dia harus melakukan penelitian untuk menulis jurnal internasional, buku dan lainnya dan itu termasuk aktivitas keseharian sebagai profesor atau guru besar dan tentunya membantu secara lokal pemerintah daerah dalam konteks pemikiran.
"Dari 48 perguruan tinggi swasta di Maluku dan Malut, baru dua orang yang menjadi guru besar satu di Universitas Kristen Maluku (UKIM) dan satu di UMMU, Sementara di perguruan tinggi negeri yang lain, Unkhair berkisar enam orang profesor, IAIN dua orang," kata direktur Pascasaràjan UMMU ini.
Kata Saiful, teman-teman yang lain untuk menjadi seorang guru besar, saat ini LLDIKTI sudah diusulkan beberapa dosen yang sudah memiliki gelar doktor dibeberapa perguruan tinggi yang ada di Malut, akan didorong untuk menjadi guru besar.
Sementara Kepala LLDIKTI Wilayah XII, Muhammad Bugis dalam sambutannya menyampaikan, acara pengukuhan guru besar hari ini sebagai wujud prestasi pengembangan sumber daya manusia (SDM), oleh karena itu, dalam kesempatan tersebut dirinya mengajak para tenaga pengajar dosen UMMU untuk menjalin kerjasama dan koordinasi yang baik, agar bisa menghasilkan SDM profesional.
Dikatakannya, tahun ini diusahakan dua putra Malut untuk diusulkan menjadi guru besar, UMMU merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di lembaga pendidikan tinggi wilayah XII Maluku dan Malut. Oleh karena itu, ia berharap kepada rektor dan staf jajarannya agar di tahun 2020-2021 UMMU harus memperoleh akreditasi A.
"Dapat membangun UMMU agar memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Malut pada umumnya dan kota Ternate pada khususnya," harapannya.
Muhammad Bugis juga mengingatkan kepada Prof. Dr. Saiful Deni, agar jangan pernah sombong dan angkuh dengan gelar atau jabatan guru besar dan profesor yang dimiliki saat ini, tapi yang dilakukan dengan gelar saat ini adalah untuk mencerdaskan generasi bangsa dan negara Indonesia, agama dan khususnya generasi muda Malut, karena gelar dan jabatan tersebut hanyalah titipan dari Allah SWT.
Selain itu, harus menjadi motivator tema-tema tenaga dosen yang ada di UMMU Ternate.(awie)


















