Home / Berita / Pendidikan

Prof Ranita Rope Nahkodai UMMU, Siapkan Transformasi Menuju Kampus Unggul

02 April 2026
Prof. Dr. Ranita Rope

TERNATE, OT – Prof. Dr. Ranita Rope resmi menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) periode 2026–2030. Di awal kepemimpinannya, ia langsung menegaskan arah transformasi kampus menuju predikat unggul.

Ranita mengungkapkan, visi yang diusung saat ini masih mengacu pada gagasan saat dirinya maju sebagai calon rektor. Hal itu karena struktur senat baru belum terbentuk untuk menetapkan visi final secara kolektif.

“Tagline sebelumnya ‘Unggul, Inovatif, Islami’ kami jadikan pijakan. Tapi implementasinya melalui transformasi,” ujarnya saat ditemui wartawan Kamis, (2/4/2026).

Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah mendorong sejumlah program studi (prodi) mencapai status unggul. Ranita menargetkan minimal empat hingga lima prodi bisa meraih predikat tersebut sebagai syarat menuju perguruan tinggi unggul.

Beberapa prodi yang disiapkan antara lain Ilmu Pemerintahan, Kesehatan Masyarakat, Agribisnis, serta Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian. Saat ini, kata dia, sudah ada sekitar sembilan prodi dengan capaian baik yang akan terus didorong peningkatannya.

“Kalau sudah ada minimal empat prodi unggul, maka secara institusi kita bisa menuju kampus unggul,” jelasnya.

.

Selain penguatan akademik, Ranita juga menekankan pentingnya membangun kultur baru di lingkungan kampus. Ia menilai, UMMU selama ini cenderung berada di zona nyaman.

Karena itu, ia ingin membangun semangat kebersamaan dan peradaban kampus yang berangkat dari nilai-nilai keislaman. Salah satunya dengan menghidupkan peran masjid sebagai pusat aktivitas.

“Peradaban itu dibangun dari masjid. Jadi ke depan, kultur kampus juga kita bangun dari sana,” tegasnya.

Di sektor tata kelola, Ranita menyoroti pentingnya digitalisasi, khususnya pada sistem keuangan. Ia menargetkan adanya integrasi data melalui dashboard yang dapat diakses secara real-time.

“Ke depan, sistem keuangan harus terintegrasi dan berbasis digital. Itu sudah mulai kami rintis sejak saya menjadi wakil rektor,” katanya.

Tak hanya itu, pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama. Ranita menegaskan, kualitas dosen merupakan faktor kunci dalam mendorong kemajuan kampus.

Dia bahkan menyoroti pentingnya dukungan finansial bagi dosen yang melanjutkan studi, khususnya pada jenjang doktoral.

“Sebagus apa pun sarana, kalau SDM tidak memenuhi syarat, kita tidak bisa unggul,” ujarnya.

Saat ini, komposisi dosen di UMMU disebut mengalami peningkatan signifikan. Jika sebelumnya sekitar 80 persen masih berstatus Asisten Ahli, kini tersisa sekitar 23 persen, sementara sisanya telah naik ke jenjang Lektor dan Lektor Kepala.

Program beasiswa pun terus dilanjutkan. Kampus tetap membiayai penuh SPP bagi dosen yang melanjutkan studi, termasuk mendorong pengembangan ke Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM).

“Pengembangan SDM tetap jadi prioritas dan berjalan berkelanjutan,” tandasnya.(ier)


Reporter: Irfansyah
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT