TERNATE, OT - Laga pekan ke-25 BRI Super League akan mempertemukan duel tim timur, Malut United FC vs PSM Makassar di stadion Gelora Kie Raha Ternate, pada Sabtu (7/3/2026) akhir pekan ini.
Malut sebagai tim paling produktif sedang berupaya menjaga posisi papan atas sementara sang lawan PSM Makassar masih berjuang untuk keluar dari papan bawah.
Menatap laga kandang, Malut United sedang on fire setelah mengemas poin penuh saat bermain di Madura dua hari lalu. Sebaliknya, PSM Makassar baru saja kalah dari Persebaya dan tercecer di posisi ke-13 dengan koleksi 23 poin.
Rekor pertemuan kedua tim bisa dibilang berimbang. Pada kompetisi musim lalu, kedua tim mengemas sekali seri dan sekali dimenangkan PSM.
Meski demikian pada leg pertama musim ini di stadion BJ Habibie, Juku Eja harus takluk 0-1 lewat gol cepat David da Silva. Striker asal Brasil itu kembali menjadi ancaman utama di lini depan Malut.
Produktivitas Malut United memang sulit dibantah. Hingga pekan ke-24, mereka sudah mengemas 48 gol, tertinggi di Super League musim ini. Catatan tersebut melampaui Persija Jakarta (44 gol), Borneo FC (42 gol), hingga Persib Bandung (39 gol).
David da Silva memimpin daftar top skor dengan 13 gol, jumlah yang sama dengan penyerang Persija, Emaxwell Souza.
Keduanya unggul atas Dalberto dari Arema FC (12 gol) dan Alex Martins dari Dewa United (11 gol). Konsistensi lini depan membuat Malut bukan hanya tajam sebagai tim, tetapi juga memiliki mesin gol paling “gacor” di kompetisi.
Performa apik itu kembali terlihat saat Malut United menumbangkan Madura United 2-1 di laga terakhir. Mereka mencatatkan 12 tembakan dengan enam mengarah tepat ke gawang.
Di sektor pertahanan, Gustavo Franca dan rekan-rekannya menunjukkan disiplin tinggi dengan delapan blok krusial.
Di bawah mistar, Alan Jose Bernardon sempat melakukan dua penyelamatan penting sebelum ditarik keluar pada menit ke-70 karena cedera dan digantikan M. Ridwan.
BACA JUGA : Malut United vs PSM Makassar Duel Timur Beda Tujuan
Meski demikian, staf pelatih Malut menaruh perhatian pada jadwal yang padat. Jarak laga melawan Madura United dan PSM Makassar hanya empat hari. Situasi ini sebelumnya pernah dilewati saat menghadapi Semen Padang dan Persija.
Di sisi lain, PSM Makassar menghadapi tantangan berat. Selain harus mencuri poin di kandang lawan yang tajam, mereka juga wajib memperbaiki konsistensi permainan jika ingin menjauh dari tekanan papan bawah.
Pertarungan di Gelora Kie Raha diprediksi berlangsung intens, dengan Malut United mengandalkan agresivitas serangan dan PSM mencoba meredam lewat disiplin bertahan serta efektivitas serangan balik.
Laga ini bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga tentang pembuktian: apakah Malut mampu menjaga tren positif dan tetap di jalur persaingan papan atas, atau PSM Makassar berhasil membalas kekalahan putaran pertama dan memulai kebangkitan.
(fight)









