15 September 2019

Dugaan Pemalsuan Dokumen Pemain Persihalbar Akan Ditindak Lanjuti Komdis PSSI Asprov Malut

Tim Hukum Persiter Apresiasi Respon Pengawas Pertandingan

Tim hukum Persiter Ternate, Sarman Saroden

JAILOLO, OT - Menindak lanjuti surat keberatan/protes yang dilayangkan managemen dan pengurus Persiter terkait dugaan pemalsuan dokumen salah seorang pemain Persihalbar saat menghadapi Persiter Ternate pada laga terakhir kompetisi Liga 3 zona Malut di Jailolo kemarin, Asosiasi Sepakbola Provinsi (Asprov) Malut, telah menyurat kepada kedua kesebelasan.

Dalam surat yang ditandatangi Pengawas Pertandingan. Roby N Pangety itu disebutkan, surat protes dari Persiter Ternate, telah diterima dua jam setelah pertandingan betakhir.

Poin keberatan yang diajukan adalah salah satu pemain Persihalbar diduga telah melakukan oemalsuan identitas dengan memainkan pemain TIDAK SAH (senior), berdasarkan regulasi Liga 3 tahun 2019, pemain yang dimaksud adalah ARIYANTO HAMID nomor punggung 26.

Surat tertanggal 14 September 2019 itu, menerangkan, bahwa surat protes itu akan diteruskan dan ditindak lanjuti serta diputuskan oleh Komisi Disiplin (Komdis) Asprov PSSI Maluku Utara, berdasarkan Regulasi Liga 3 2019, pasal 45 ayat (3).

Sementara itu, tim hukum Persiter Ternate, Sarman Saroden memberi apresiasi terhadap respon cepat pengawas pertandingan atas keberatan yang disampaikan managemen dan pengurus Persiter.

Kata dia, persoalan ini menjadi tanggung jawab bersama untuk kemajuan sepakbola di Maluku Utara, "ini bukan soal.siapa yang lolos dan tidak lolos, tapi ini soal fair play dalam setiap momen olahraga, bagaimana kita mau maju jika cara-cara curang masih menjadi budaya," ujar Sarman seraya menyebut, surat keberatan juga telah disampaikan ke PSSI sebagai tembusan.

Dia berharap, Asprov Malut serius menindak lanjuti masalah ini, untuk mengambalikan marwah sepakbola Maluku Utara, "kami berharap Asprov serius menangani persoalan ini, kami ingin Asprov tegas dalam menetukan sikap atas persoalan ini, sehingga kedepan, kasus-kasus ini tidak lagi terjadi," harapnya. 

Sarman juga berharap, praktek-praktek ini, tidak lagi dilakukan oleh siapapun dalam dunia seoakbola di Maluku Utara, "mudah-mudahan, ini menjadi pelajaran bagi semua perserikatan, club maupun asosiasi sepakbola di Maluku Utara," pungkasnya(thy)


Reporter: Ibenk