Home / Nusantara

STIKES Halmahera dan AKBID Makariwo, Gelar Seminar Internasional Kesehatan Kedokteran Di Halut.

04 Agustus 2017
TOBELO, OT- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Fredy Tjandua membuka secara resmi seminar internasional kesehatan kedokteran yang diselenggarakan oleh STIKES Halmahera dan AKBID Makariwo, pada Jumat (4/8/2017) di Gedung Poligrend MKCM Tobelo. Paca acara pembukaan seminar internasional kesehatan kedokteran dihadiri Kadis Kesehatan Halut, Ketua Yayasan Medical Mandiri Dr Arend L Mapanawang, Kordinator Kopertis XII Wilayah Maluku-Maluku Utara, Mrs. Yudith Makwilang Pemateri Maternity Russing And Expert Lecture, DR. Blacius Dedy, dr. A. Joy M Rattu, DR. Marjes N Tumurang, Averous F. Budiaja, Henry Izac Elim (MAN, MAD Nursing RN, Phisyc Of Multitasking Nanomedicini), DR. Abner Watofa (Risks Of Physical Environment Toward Malaria Incidence In Sentani Lake, Jayapura Papua), Rasmin Abd Mutalib (Emergency In Obstretic), Douglas Pareta (The Ratonal Use Of Drugs), Dr. Martha Korompis (Factors That Effect The Failure Of Emergency Handling In Pregnancy Which Are Faced By Midwife In Indonesian Villages), serta mahasiswa Stikes-Akbit Makariwo. Ketua Yayasan Medika Mendiri Dr. dr. Arend L Mapanawang, menyampaikan, permintaan akan kualitas perguruan tinggi dan publikasi telah menjadi kebutuhan dunia. Stikes Halmahera dan AKBID Makariwo, berkaitan dengan itu, merayakan dies natalis ke 11 Stikes Halamahera dan ke 10 tahun Akbid Makariwo, serta peringatan ke 72 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurut Arend, semangat anak bangsa ini mengharumkan bangsa Indonesia dimata dunia, lalu menggelar konferensi internasional kesehatan dengan mengundang pembicara yang berkompeten dibidangnya. Judith Magwilang, MAN, MAD Nursing, RN dari Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Calderas Bagio Philipina dan pembicara lainnya dari dalam negeri. "Kami Stikes Halmahera dan Akbid Makariwo adalah kampus kecil yang kurang dilihat di negara ini, tapi selalu dilihat oleh dunia, terutama dilihat Tuhan," jelas Arend dihadapan para peserta Conference Internasional. Kata Arend, melalui seminar internasional ini, topik adalah manajemen dan pelayanan kepada pasien secara global. "Kami mengharapkan dukungan semua pihak dari pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah, karena kegiatan internasional selalu ada tamu dari berbagai negara," tutur pria berambut putih ini. Aren menyatakan, kewirausahaan kampus Stikes dan Akbid Makariwo sudah mulai pengembangan kreatif, penelitian, inovasi industri internasional jurnal dan science preneur menghasilkan ramuan alami halmahera. "Kami akan memperbaiki kekurangan, untuk selangkah lebih maju. Kami akan terus melakukannya, menjalin kemitraan dengan berbagai kampus di dalam maupun luar negeri," terangnya. Selain itu secara institusi maupun pribadi, Arend, memberikan apreasiasi kepada ibu Judith Magwilang, MAN, MAD perawat, pertama kali berkunjung ke Tobelo. Yang kedua adalah bahwa Filipina adalah negara terbaik untuk Indonesia mengekspor tenaga perawat dan bidan internasional. "Dan kita harus banyak belajar tentang ibu Judith dan Filipina," ujar Arend yang disambut tepuk tangan meriah seluruh peserta konferensi serta tamu undangan. Sambutan President of AINEC Dr. Mumahad Hadi menyampaikan, dalam konferensi internasional pertama tentang kedokteran kesehatan, Sekolah Ilmu Kesehatan dan Kebidanan yang pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Halmahera Utara. "Atas nama AINEC, saya ingin menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian ini dan saya berharap konferensi ini akan meningkatkan kesadaran dan pemahaman dapat digunakan sebagai landasan untuk pengembangan profesi pendidikan dan keperawatan di Indonesia," tutur Muhamad dalam sambutannya. Menurutnya, terciptanya budaya mutu dan tercapainya kualitas pelayanan yang tinggi akan meningkatkan daya saing bangsa baik ASEAN maupun internasional. "Perubahan ini harus ditangani dengan baik oleh dunia pendidikan keperawatan. Perlu untuk memvariasikan metode pendekatan yang tepat untuk pengajaran di kelas, laboratorium dan klinik sehingga kompetensi peserta didik dapat tercapai," ujarnya. Sambutan Koordinator Kopertis XII Maluku-Maluku Utara Dr Muhamad Bugis menyampaikan, salah satu persyaratan memiliki akreditasi setiap Perguruan Tinggi Swasta harus punya kegiatan berskala internasional. "Saya berterima kasih kepada Dr Arend telah melaksanakan kegiatan internasional seperti ini. Stikes Halmahera dan Akbid Makariwo di Maluku Utara yang pertama kali melaksanakan kegiatan berskala internasional," ucap Koordinator Kopertis XII bangga. Menurutnya, kegiatan untuk pengembangan riset dan publikasi secara inovasi dibidang kesehatan. Hari ini pengembangan secara efisien bidang kesehatan di daerah, nasional maupun internasional. "Kami akan melakukan penguatan SDM dan mahasiswa mengarah pada riset dan publikasi di daerah secara nasional dan internasional. Salah satunya sudah dibuat oleh Stikes Halmahera dan Akbid Makariwo Tobelo telah mempunyai Jurnal Internasional," jelasnya. Selain itu dia mengharapkan, dosen harus mempunya riset dan publikasi sesuai dengan bidangnya, selain itu pengembangan bidang dan teknologi mahasiswa dibidang studinya untuk pengembangan mutu pendidikan yang lebih baik. Sementara itu, Sekda Halut, Fredy Tjandua, saat membacakan sambutan Bupati Halut, mengatakan, Pemkab memberikan apresiasi kepada semua pihak utamanya kepada Stikes Halmahera dan Akbid Makariwo yang telah melaksanakan kegiatan internasional seperti ini. Kata Sekda, Kampus Stikes dan Akbid mempunyai hak intelektual dalam mengembangkan sarana-prasaran kampus. Melalui perguruan tinggi ini untuk memajukan sumber daya manusia yang bisa bersaing dengan perguruan tinggi lain di Indonesia. (ds/pn)<(red)


Reporter: Redaksi

BERITA TERKAIT