Masyarakat Gotong Royong Bangun Rumah Keluarga Kurang Mampu
04 September 2017
SEKADAU, OT - Kepala Dusun Kapuas, Iswahyudi menuturkan, masyarakat bersama Bhabinkamtibmas Desa Sungai Ringin bergotong-royong membangun rumah milik Rusli. Ia mengatakan, pembangunan rumah bagi keluarga kurang mampu tersebut merupakan salah satu program pemerintah.
“Jadi, kami bahu-membahu membantu membangun rumah tersebut. Ini kegiatan sosial membantu warga yang membutuhkan, anggaran dari pemerintah dan bahan bangunan sudah ada, jadi kami membantu membangunnya,” ujarnya.
Ia mengatakan, hal ini tentunya menjadi langkah yang baik dalam membangun semangat kebersamaan bersama masyarakat. Apalagi, kata dia, untuk bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Kami juga mengapresiasi seluruh masyarakat yang berpartisipasi. Termasuk pihak kepolisian dan komunitas motor yang bersama-sama membangun rumah milik Rusli,” ucapnya Senin (4/9)
Salah seorang anggota komunitas motor vixion, Joko mengaku senang telah membantu masyarakat. Ia berharap, apa yang dibantu oleh pihaknya dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Tidak bisa membantu secara materi, dengan waktu dengan tenaga kami juga bisa membantu. Mudah-mudahan itu bermanfaat, bahkan ini menjadi kesan tersendiri bagi kami,” katanya singkat.
Sementara itu, Kepala Desa Sungai Ringin, Abdul Hamid mengapresiasi semangat kebersamaan dan gotong-royong masyarakat yang berada di wilayahnya. Hal ini, kata dia, menjadi contoh agar warga lainnya dapat membantu membangun rumah warga yang mendapat bantuan dari pemerintah.
“Ada 87 kepala keluarga di Desa Sungai Ringin yang mendapatkan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS),” ungkapnya.
Ia berharap, bantuan dari pemerintah dapat bermanfaat dan meringankan beban masyarakat kurang mampu. Sehingga, kata dia, masyarakat bisa mendapatkan rumah layak huni.
“Karena pola bantuan itu menghidupkan kembali semangat gotong royong. Kami apresiasi semua pihak yang mendukung dan mudah-mudahan ini dapat terus berlangsung dengan membantu masyarakat lainnya,” pungkasnya.(Heny safitri