Home / Nusantara

BMKG : Sirkulasi Eddy, Picu Insensitas Curah Hujan Tinggi di Malut

Cuaca Ekstrim Diperkirakan Terjadi Pada 22 hingga 24 Juli
19 Juli 2021
BMKG

TERNATE, OT - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Baabullah Ternate menyebutkan, secara umum wilayah Maluku Utara masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Petugas Prakirawan BMKG Zaky Alin Naury, kepada indotimur.com, Senin, (19/7/2021) mengatakan, hasil analisis tim BMKG melihat ada potensi hujan sedang hingga lebat yang akan menguyur sebagian besar wilayah provinsi Malut beberapa pekan kedepan.

Dia menjelaskan, wilayah Halmahera Utara, Hamahera Selatan, Halmahera Barat, Sanana, Taliabu Pulau Morotai, Ternate, Tidore, Sofifi, Moti, dan Batang Dua, berpeluang terjadi hujan pada pagi hari, siang dan malam hari.

Hal ini, dipengaruhi fenomena sirkulasi Eddy sehingga terjadi gangguan atmosfer mengakibatkan instesitas curah hujan di wilayah Malut meningkat.

Diperkirakan, kondisi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Malut masih akan terjadi hingga Sabtu (24/7/2021), akhir pekan ini.

Sementara untuk tinggi gelombang, sambung dia, berkisaran antara 1,25 hingga 2,50 meter yang terjadi hampir pada seluruh wilayah Maluku Utara.  

Sementara kecepatan angin bergerak dari arah barat ke utara dengan kecepatan berkisar 0,5 hingga 30 km/jam.

"Namun perlu diwasapadai mulai pada tanggal 22 hingga 24 Juli kecepatan angin diperkirakan naik menjadi 60 km/jam. Hal ini tentu mengakibatkan terjadi tinggi gelombang di wilayah Malut yang perdiksikan menjadi dua kali lipat dari sebelumnya yakni bisa mencapai 3 hingga 4 meter," terangnya.

BMKG, lanjut Zaky, menghimbau kepada warga masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan daerah yang rentan tanah longsor agar tetap waspada, "kepada masyarakat umumya agar selalu mencermati informasi yang disampaikan BMKG maupun pemerintah setempat," imbaunya.

 (ier)


Reporter: Irfansyah Tawainella
Editor: Fadli

BERITA TERKAIT