Home / Berita / Nasional

Warga Buang Beras Raskin di Jalan Raya Karena Berwarna Kuning

21 Juli 2017
TOBELO, OT- Beras rakyat miskin (Raskin) yang dibagikan kepada masyarakat kurang mampu oleh pemerintah kecamatan Kao Utara, kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), dibuang di jalan raya oleh masyarakat karena tidak layak dikonsumsi. Pasalnya, Raskin yang dibeli menggunakan anggaran CSR PT NHM, oleh pemerintah kecamatan Kao Utara di Dolog Tobelo, berwarna kuning. Tokoh pemuda Kao Utara, Marjomic Pangenan menyampaikan, raskin merupakan program pemerintah untuk kategori keluarga miskin dengan harga yang terjangkau, tapi di desa Daru Kecamatan Kao Utara sangat tidak layak dikonsumsi. Padahal, anggarannya bersumber dari dana CSR PT NHM, namun teknisnya diserahkan ke pemerintah kecamatan. "Beras raskin yang sudah tersalur ke masyarakat sangat tidak layak dikonsumsi. Beras berwarna kuning, sehingga masyarakat menghamburkan di jalan," jelasnya kepada wartawan, Jumat (21/7/2017). Menurutnya, penyaluran beras tidak layak dikonsumsi ini, seharusnya Pemerintah Kecamatan Kao Utara dapat mengontrol saat pembelian sampai penyaluran ke masyarakat. "Akibat dari beras tidak layak dikonsumsi ini, kami meminta pemerintah desa dan kecamatan harus bertanggung jawab. Dan harus terbuka berapa besar anggaran yang diajukan ke pihak CSR PT NHM," terangnya. Terpisah, Camat Kao Utara, Melki Laranga mengatakan, anggaran Raskin bersumber dari CSR PT NHM. Prosesnya, pemerintah desa melakukan pendataan masyarakat kurang mampu, lalu menyampaikan ke pemerintah kecamatan dan dilanjutkan ke Pemerintah Daerah untuk dibuat Surat Keputusan (SK) bupati. Setelah itu, SK tersebut diberikan ke masing-masing camat. Dari SK itu, camat dan kepala desa mengajukan proposal ke pihak CSR PT NHM sesuai persetujuan kepala desa. �Atas permintaan melalui proposal, CSR mentransfer anggarannya ke rekening kecamatan, lalu camat membayar Raskin di Dolog Tobelo sesuai dengan permintaan. Kemudian dolong yang distribusi ke setiap desa,� jelasnya. Dia mengaku, beras raskin yang disalurkan ke masyarakat pada umumnya berwarna kuning, tapi di desa Bobale dan Daru ada beberapa warga yang tidak menerima itu, kemudian menghamburkan di jalan sebanyak 2 karung. "Rraskin disalurkan ini sudah dikonsumsi oleh warga yang lain. Memang warnanya kuning setelah dimasak hasilnya tidak kuning lagi," katanya. Ia menambahkan, hal ini sudah disampaikan ke Bupati, sehingga dari pihak Kesbangpol sudah menanyakan terkait dengan keadaan raskin yang dipermasalahkan. "Sebenarnya bagi warga tidak jadi masalah, hanya saja ada dalangnya yang mencoba mempermasalahkan raskin tersebut," pungkasnya. (d(red)


Reporter: Redaksi

BERITA TERKAIT