SOFIFI, OT- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) provinsi Maluku Utara (Malut), Masni BSA mengaku, tingkat kekerasan seksual terhadap anak paling terbanyak berada di Kota Tidore Kepulauan (Tikep) dan Kota Ternate.
"Kami lebih fokus pada kekerasan anak, yang 800 orang data secara umum dari Kabupaten/Kota. Tapi, kekerasan anak di bawah umur dan korban seksual paling banyak terjadi di Ternate dan Tidore,"ujar Masni kepada Indotimur, Kamis (9/3/2017) usai pembukaan Rakornas.
Ia menjelaskan, anak dan perempuan merupakan asset negara, sehingga ini menjadi perhatian pemerintah pusat. Sebab, P3A sendiri sudah mempunyai pusat penanganan pelanggaran perempuan dan anak, serta akan menjadi status sebagai UPTD.
"Kalau status di tingkatkan menjadi UPTD, justur anggaran dari pusat lebih besar mengalir di daerah,"katanya.
Ia menambahkan, sebagai wanita karir jangan pernah melupakan soal rumah tangga. Jika ini terjadi bisa membahayakan terhadap keluarga itu sendiri.
Seharusnya, lanjut Masni, sebagai ibu rumah tangga tentu menjaga keseimbangan karir dan rumah tangga. Apa artinya jika sukses. Tapi, rumah tangga dan anak-anak jadi hancur. Maka perlunya ada keseimbangan. (red)