Tak Menghargai Umat Muslim Berpuasa, BKPRMI Malut Angkat Bicara
09 Juni 2017
TERNATE,OT- Hangatnya pemberitaan tentang sikap arogan dan intoleran Bupati Morotai Beny Laos yang dinilai tidak menghargai kaum muslim Morotai yang sedang berpuasa mendapat sorotan tajam dari Badan komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Maluku Utara.
Ketua BKPRMI Malut, Hasby Yusuf menegaskan, sebagai seorang bupati non-muslim harusnya Beny Laos bisa menempatkan diri ditengah mayoritas umat islam yg sedang berpuasa.
�Bagi kami seorang pemimpin yang baik harus menghargai keyakinan agama mayoritas rakyatnya. Dan Beny Laos sebagai bupati di tengah mayoritas muslim harus menghargai ibadah puasa rakyatnya,� tegas Hasby kepada indotimur.com petang tadi, Jumat (9/6/17).
Menurut Hasby, Sikap bupati Beny Laos menunjukan bahwa Bupati adalah pemimpan angkuh dan sombong. Sikap angkuh dan sombong ini hanya akan melahirkan ketidaksukaan dan perlawanan umat islam.
Ia juga menilai, harusnya Beny Laos belajar dari kasus Ahok di DKI bahwa sikap arogan dan sombong hanya akan melahirkan sikap kebencian dan permusuhan dari kaum muslim di morotai dan maluku utara. Sebaiknya Beny Laos lebih menempatkan diri sebagai pemimpin yang dewasa dan matang dalam memahami realitas masyarakat dan bukan memparadekan kesombongan dan keangkuhan.
�Saya yakin jika kesombongan dan arogansi Beny Laos sebagai Bupati ini di pertahanakan maka tidak menutup kemungkinan perlawanan umat akan menemui momentum. Karena itu BKPRMI meminta Beny Laos segera meminta maaf kepada umat Islam di Morotai dan Maluku Utara secara umum atas sikap intoleran dan angkuhnya. Kami berharap Maluku Utara ini damai dan aman tanpa pemimpin yg sombong dan angkuh dan tidak menghargai keyakinan mayoritas umat muslim yang sedang berpuasa,� tutup Hasby.
Dari pemberitaan sejumlah media seperti yang di lansir dari laman resmi Posko Malut, Sikap tak terpuji Bupati Beny Laos itu, dapat terlihat ketika dirinya bersama Pangdam XVI/Pattimura, Mayjend TNI Doni Munardo di depan ruang VIP Bandar Udara Leo Wattimena Morotai, Rabu (7/6)
Beny Laos saat bercerita dengan Pangdam di depan ruang VVIP, tempat tersebut adalah tempat umum yang biasa dilewati masyarakat. Nampak, Beny dengan santainya merokok tanpa mempedulikan siapa yang sementara diajak bicara, termasuk masyarakat yang lalu lalang di lokasi tersebut. Tidak hanya merokok, sikap tak terpuji lainnya juga ditunjukkan Beny dengan menikmati secangkir teh/kopi di tempat umum. (rf/pm) (red)