BALI,OT- Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) terus berupaya menata kawasan kumuh di Kota Ternate, dengan membangun rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Berdasarkan hasil koordinasi Dinas PRKPP dengan Kementeria Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, tahun ini Pemkot Ternate mendapatkan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusu (DAK) tahun 2017 sebesar Rp 11 Miliar.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) Kota Ternate, Rizal Marsaoly mengatakan, tahun 2017 Kota Ternate mendapat DAK regular sebesar Rp11 Miliar.
Jumlah ini jika dibagi secara rata misalnya, rumah Rusak Berat (RB), maka kurang lebih bantuan stimulan itu sekitar 600 sampai 700 rumah yang akan difasilitasi di Kota Ternate.
Kata dia, ratusan rumah yang akan dibangun itu terbagi di 17 kelurahan sesuai SK kawasan kumuh. Untuk itu, Dinas PRKPP telah melakukan iventarisir data dari kelurahan sekitar ratusan rumah. �Nantinya untuk kelurahan yang tidak layak huni tapi tidak termasuk dalam SK ini, maka ada pola tersendiri untuk dibantu, karena saya sudah usulkan tahun 2018 di luar dari SK kumuh,� terangnya.
Menurutnya, pembangunanya akan dimulai pada bulan Juni 2017 mendatang yang nantinya dilakukan pencairan tahap 1, sementara mekanisme pencairannya daerah akan menunjuk Bank penyalur dan Bank penyalur akan membuka rekening penerima bantuan.
Selain itu, tim fasilitator yang telah direkrut akan memverifikasi ulang rumah yang sudah dipilih, lalu ditetapkan melalui SK Wali Kota. �Kita juga akan melakukan sosialiasi ke masyarakat yang nantinya kita undang lurah, Camat dan masyarakat penerima bantuan BSPS,� jelasnya.
Dia menambahkan, Pelaksanaan BSPS ini akan dibantu oleh tim teknis yang berasal dari dinast terkait. Tugasnya melakukan sosialisasi, verifikasi proposal, pendampingan kepada masyarakat penerima BSPS. Setelah itu menentukan toko suplayer bahan bangunan.
((red)