Foto Bersama[/caption]
Sultan Tidore Husain Sjah, di depan Panglima menjelaskan tentang Tidore pada masa jayanya yang mempunyai luas wilayah sepertiga dari Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Tidore pula yang berperan penting masuknya Irian Barat ke NKRI pada masa Sultan Zainal Abidin Sjah, bahkan Tidore punya keterkaitan sejarah dengan Negara- negara besar dunia.
Menurut Sultan Tidore, negeri ini sangat toleran karena Tidore merupakan embrio dalam penyebaran Injil ke Papua yang di bawa oleh Otto dan Gezer, di kawal 37 orang prajurit adat untuk mengantar 2 orang tersebut ke Papua guna sebarkan injil di tanah Mansinam.
Sementara, Panglima TNI Jenderal Gatoto Nurmantyo menuturkan, sejarah besar Kesultanan Tidore diketahui bersama memiliki cakupan wilayah kekuasaan yang sangat luas, bukan hanya di Negeri ini, akan tetapi di luar Negeri pun wilayah jajahan Tidore itu ada.
Lanjut dia, setelah di kukuhkan menjadi Kapita atau Panglima, maka dirinya akan menjalankan tugas dan amanah Kesultanan dan masyarakat Tidore secara baik. "Saya berjanji akan menjaga dan keamanan serta kenyamanan bukan hanya di Tidore, akan tetapi di seluruh Maluku Utara," tegasnya.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama rombongan sekitar pada pukul 11.30 Wit kemudian bertolak kembali ke Ternate untuk melanjutkan kunjungan dan silaturahim di Poso.
(red)

Reporter: Redaksi








