Stikes Halmahera Tuan Rumah Confrence Internasional Health Medicine�
20 Juni 2017
TOBELO, OT- Sekoah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Halmahera, Kabupaten Halmaherra Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Confrence Internasional Health Medicine (CIHM), September 2017 mendatang.
Ketua Yayasan Medika Mandiri, DR. Arend L Mapanawang mengatakan, dirinya sudah melakukan konsultasi ke Direktur Kelembagaan Ristekdikti untuk meminta petunjuk. Hasilnya, direspon positif.
"Dalam pelaksanaan konferensi nanti, sebagai persyaratan yang diberikan kepada kami pembicara dari luar negeri minimal 2 sampai 4 orang, dan peserta dari luar negeri minimal 10 orang, serta dengan jumlah peserta seluruhnya 100 orang," jelas Arend melalui rilisnya, Selasa (20/6/2017).
Selain itu, kata Arend, pada konsultasi itu sekaligus melaporkan tentang prestasi journal internasional (ijhmcr) yang dimiliki Stikes Halmahera, merupakan satu-satunya kampus di luar pulau Jawa yang terindex Thomson Reuter web of science.
"Direktur Kelmbagaan menyarankan kepada kita harus dipertahankan, dan saya sudah berikan 1 eksemplar laporan ke beliau sebagai bukti bahwa ada kampus di daerah terpencil, terluar dan terisolir (3T) bisa menembus Index kasta tertinggi di dunia," tutur Arend.
Selanjutnya, konsultasi untuk menghadiri agenda confrence dan wisuda Akbid Makariwo dan Stikes Halmahera pada awal september nanti. Diharapkan kehadiran dari ristek dikti di daerah 3T, agar bisa melihat langsung kondisi daerahnya maupun kampus-kampus yang ada di wilyah ini.
Dia menambahkan, Stikes Halmahera akan meluncurkan jurnal internasional yang baru yaitu Internasional Arend Index (IAI), saat ini lagi disiapkan aplikasinya diantaranya, menu citasi journal buku, impac factor, index dan ina (identifikasi nomor artikel). "Setelah sukses meluncurkan IJHMCR pada wisuda 4 september tahun 2016 lalu, kini siap meluncurkan IAI," terangnya.
Tujuannya adalah mendedikasi jurnal-jurnal Indonesia yang kurang lebih 9.000 serta wilyah Asia Tenggara seperti, Timor leste, Papua Nugini, Philipina, Laos, Kamboja, Vietnam, Brunei Darusalam, Pelau dan Melanesia.
(d(red)