Home / Berita / Nasional

Sekda Kalbar : ASN Harus Tunjukan Hasil Kerja Nyata

15 Agustus 2017
PONTIANAK,OT- Sekda Kalimantan Barat (akalbar), Hamdy Assovie, mengatakan, sebagai upaya pengembangan kopetensi Aparatus Sipil Negeri (ASN) telah menjadi agenda penting dalam rangka peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan, dan pembangunan, bahkan sesuai dengan amanat UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan PP Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen ASN. "Pengembangan kopentensi adalah hak setiap ASN yang harus dipenuhi oleh Negara sebanyak 20 jam pelajaran per tahun," kata Sekda, Selasa, (15/8) saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV angkatan XVIII dan XIX Provinsi Kalbar di Aula BPSDM Kalbar. Dikatakannya, pengembangan kompetensi sebagai sebuah upaya pemenuhan kompetensi ASN dengan standar kopetensi jabatan dan rencana pengembangan karier, dilaksanakan dalam bentuk pendidikan dan/atau pelatihan. Pengembangan kopetensi melalui pendidikan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian melalui pendidikan formal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yakni dilaksanakan dengan pemberian tugas belajar. Sedangkan pengembangan kopetensi melalui pelatihan dilakukan melalui jalur pelatihan klasikal atau tatap muka di kelas dan non klasikal yang dilakukan paling kurang melalui e-learning, bimbingan di tempat kerja, pelatihan jarak jauh, magang dan pertukaran antara ASN dengan Pegawai Swasta. Lanjut dia, Diklatpim tingkat IV yang diselenggarakan ini adalah sesungguhnya merupakan salah satu upaya pengembangan kompetensi dan kapasitas sekaligus untuk memenuhi salah satu persyaratan yang harus memiliki oleh setiap pejabat ataupun calon pejabat struktural eselon IV (Jabatan Pengawas) yang ada pada setiap organisasi perangkat daerah. "Seya berharap, melalui Diklatpim IV ini dapat mewujudkan para pejabat eselon IV yang memiliki kompetensi Kepemimpinan Operasional, yakni kepemimpinan yang strategis, karena selain sebagai pengendali SDM, juga sebagai pengendali kegiatan, dan sekaligus melakukan perencanaan kegiatan untuk mengembangkan satuan kerjanya ke arah yang lebih baik," harapnya. Menurutnya, aKompetensi ini sangat penting untuk dimiliki dan dikuasai oleh pejabat eselon IV, karena pejabat eselon IV merupakan jabatan yang akan menyusun perencanaan sekaligus memimpin bawahan (staf) dan stakeholder dalam pelaksanaan berbagai kegiatan di satuan kerjanya, dimana dalam menjalankan tugas tersebut harus dilaksanakan secara efektif dan efisien, dengan pola baru dimana para peserta dibekali dengan kemampuan merancang suatu perubahan di unit kerjanya dan memeimpin perubahan tersebut hingga mencapai suatu hasil yang telah disepakati. "Para peserta Diklat tidak hanya sekedar menguasai kompetensi dan kemampuan kepemimpinan namun juga ditunjukkan melalui hasil kerja nyata," jelasnya. Seiring dengan tuntutan dan tantangan yang semakin besar, tentunya semakin besar, tentunya semakin membutuhkan sosok Aparatur Sipil Negara yang memiliki jiwa dan semangat yang melayani, kompetensi, integritas, profesional, mampu bekerja keras dan bekerja cerdas. "Yang tidak kalah penting adalah mampu mengendalikan dirinya untuk bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, sekaligus pula mampu menjalankan peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 45," ujarnya. ((red)


Reporter: Redaksi

BERITA TERKAIT