Home / Berita / Nasional

Satu Lagi, JCH Malut Meninggal di Tanah Suci

23 Agustus 2017
MABA,OT- Kabar duka kembali menyelimuti Jamaah Calon Haji (JCH) asal provinsi Maluku Utara (Malut), hingga Rabu (23/8/2017) hari ini sudah tiga JCH yang meninggal dunia. Sebelumnya JCH asal Halmahera Timur (Haltim) atas nama Muchara Madjid Bahar yang tergabung dalam Kelompok Terbag (Kloter) 10 meninggal saat tibda di emberkasi Makassar. Selasa (22/8/2017) kemarin JCH Kloter 11 asal Halmahera Tengah bernama Ade Madjid wafat di Mekkah, Arab Saudi. Hanya berselang satu hari, Rabu (23/8/2017) sekitar pukul 14.30 Waktu Arab Saudi (WAS), JCH Kloter 10 asal desa Lolobat kecamatan Wasile Tengah, kabupaten Haltim atas nama Rajab Rauf Soseba wafat di Mekkah. Nurja Djailan, yang merupakan kerabat dekat almarhum mengatakan, dirinya sudah mendapat informasi dari keluarga Sahdan Djailan yang sementara bersama-sama dengan Almarhum. �Almarhum aaktu berangkat tidak ada penyakit yang diderita meski sudah lansia. Saya tahu karena semua administrasi saya yang urus hingga almarhum berangkat," kata Nurja, yang juga keluarga almarhum saat ditemui dikediamannya di Desa Soagimalaha, Kecamatan Kota Maba. Kasi Haji dan Umroh Kemenag Haltim, Aksa Muhammad menyampakan, berdasarkan informasi dari petugas kesehatan Haltim, sekitar pukul 07.00 WAS, almarhum mengeluh sakit perut dan BAB campur darah sebanyak satu kali dan susah makan. Setelah itu dilaporkan oleh ketua regu Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). Sekitar lima menit kemudianm almarhum BAB bercampur darah semakin banyak dan anemis. Pada pukul 10.00 WAS dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), setelah tiba langsung dilakukan pemeriksaan lab. Hasilnya, lekositnya meningkat dan Hb menurun. Lanjut dia, dokter KKHI instruksikan segera dirujuk ke Rumah Sakit An-Nur Arab Saudi dan rencana dilakukan transfusi darah. Setelah dievakuasi ke ambulans tiba-tiba almarhum anemis, akral dingin, sianosis dan nadi tidak teraba. Sehingga almarhum diturunkan kembali dari ambulans dan dilakukan penanganan oleh petugas KKHI. �Dokter melakukan penilaian kembali dan hasilnya pupil, midriasis, nadi tidak teraba dan dinyatakan meninggal pada pukul 14.30 WAS, dengan penyebab kematiannya yaitu shok hemorrhagic,� jelasnya. (udo)


Reporter: Redaksi

BERITA TERKAIT