Home / Berita / Nasional

Ratusan Rumah di Kota Tidore Kepulauan Terendam Banjir

17 Juni 2017
TIDORE, OT- Hujan yang menguyur sebagian besar wilayah di provinsi Maluku Utara (Malut), menyebabkan ratusan rumah di kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan terendam banjir, Sabtu (17/6/2017). Berdasarkan data yang dihimpun indotimur.com ada empat desa dan satu kelurahan yang dilanda banjir yaitu, desa Tului, desa Talagamori, desa Trans Koli, desa Kosa dan Kelurahan Payahe. Akibatnya, beberapa warga harus mengungsi ke rumah keluarga dan di tempat ketinggian. Kapolsek Oba, Iptu Paultri kepada indotimur.com menyampakan, banjir ini disebabkan karena meluapnya beberapa sungai besar, yang berada di wilayah kecamatan Oba, sehingga sebagaian besar rumah warga ikut terendam banjir. Menurut dia, hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 04.00 Wit saat warga makan sahur, hingga siang ini. Akibatnya, beberapa Sungai yang berada di kecamatan Oba meluap ke pemukiman warga. Lanjutnya, banjir dari desa Tului, Desa Talagamori, Desa Trans Koli, Desa Kosa hingga Kelurahan Payahe terendam banjir dengan ketinggian rata- rata di atas lutut orang dewasa, sementara di Desa Talagamori dan Kelurahan Payahe ketinggian banjir mencapai 2 meter. "Jumlah rumah yang terendam banjir dari desa Tului sampai Kosa sekitar 200 sampai 300 rumah. Sementara ketinggiannya di desa Talagamori dan Payahe tingginya jika dari badan jalan setinggi lutut orang dewasa, tapi karena rumah warga berada di bawah badan jalan, maka yang kelihatan tinggal atap rumah," terangnya. Saat ini kata dia, warga masih menggungsi di tempat lebih tinggi, sementara barang-barang warga yang masih bisa diselamatkan, Polisi dan TNI langsung turun membantu, namun jumlah barang yangg rusak secara materil belum bisa terdata dan sampai saat ini tidak ada korban jiwa. [caption id="attachment_3758" align="alignnone" width="700"] Warga yang mencoba menyelamatkan barang-barang mereka[/caption] Terpisah, Salah satu Warga Desa Talagamori, Busran Rifai saat di dimintai keterangan menyampaikan, dirinya menyesalkan atas tindakan lambat dari Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan, dalam mengatasi masalah meluapnya air sungai di wilayah Oba. "Banjir ini adalah bukti bahwa perhatian Pemerintah Daerah terhadap perbaikan infrastruktur yang berada di wilayah Oba selalu lamban dalam penanganan, sebab banjir ini bukan baru pertama terjadi, tetapi ini sudah berulang kali tapi tidak ada langkah perbaikan," ujar Busran. Lanjut dia, sampai saat ini belum ada bantuan dari Pemerintah Daerah atas korban banjir. "Kami berharap Pemerintah dapat bergerak cepat untuk membantu warga yang terkena dampak banjir di sebagian wilayah Oba," harapnya. Warga yang dibantu anggota Kepolisian dan TNI berhasil mengamankan barang-barang yang masih bisa diselamatkan untuk dibawah ke tempat yang lebih tinggi. Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Tidore Kepulauan, Ikbal Japono saat di konfirmasi via HP menyampaikan, pihaknya sudah menurunkan staf di lokasi banjir. "Nanti setelah ada laporan secara detail kondisi di lapangan, baru akan kami sampaikan ke media," singkatnya. ((red)


Reporter: Redaksi

BERITA TERKAIT