Home / Berita / Nasional

Posisi Adat Sahu Dalam Birokrasi Halbar

08 Agustus 2017
JAILOLO, OT - Bupati Halmahera Barat (Halbar) Danny Missy bakal memposisikan lembaga adat Sahu dengan birokrasi Pemda Halbar. "Saya ingin sampaikan bahwa beberapa waktu lalu telah memanggil dewan adat sekaligus duduk membicarakan bagimana memposisikan adat ini sebagaimana mestinya dalam tatanan Pemkab Halbar," kata Bupati Halbar Danny Missy, disela acara makan adat di Desa Idamgamlamo Kecmatan Sahu, Senin (8/8/2017). Menurutnya, dokumen aturan adat yang diberikan dewan adat Sahu ke Pemda Halbar. Karena dirinya meminta selama ini adat akan dijadikan lembaga untuk berdampingan dengan pemerintah dalam membangun negeri bersama pemda halbar itu sendiri. "Saya dan pak Wakil Bupati sangat mengetahui bahwa adat itu harus dilestarikan dan dihormati. Tetapi kita tak bisa melupakan agama,"ujarnya Dikatakan Danny, yang harus di cermati dan dipahami oleh semua lapaisan masyarakat daerah setempat . Guna memperhatikan adat istiadat yang kaya, seperti suku Wayoli, sukuTabaru, suku Gamkonora dan suku lainnya yang ada di wilayah Halbar. Olehnya itu, lanjut orang nomor satu Halbar ini menjelaskan, ia tetap berkomitmen  untuk mencanangkan program pioritas seperti parawisata yang dalamnya ada kebuyaan. Untuk bagiamana meningkatkan kelestraian adat istiadat daerah ini. Sehingga ada perencanaan membangun gedung, sarana prasarana tetang adatnya dan nanti di gedung itu ada seluru ornamen-ornamen adat milik adat suku di Halbar yang dipajang termasuk bahasa-bahasa daerah yang ada di Halbar. Ditempat yang sama,  Sangaji Sahu Ahmad Zakir Mando yang juga wakil bupati Halbar menegaskan, berbicacara dalam konteks nilai dalam makanan adat, merupakan simbol dimana masing-masingya mempunyai makna dan arti. Seperti acara ini dimana ada meja dan kursi yang di duduki oleh Bupati, pendeta dan perangkat adat. "Bicara soal adat itu ada dua, yakni saat orang naik kabah itu bisa duduk ditempat tersebut dan yang belum naik itu tidak bisa duduk. Sehingga hari ini jika orang yang paham duduk di tengah di acara makan adat terkait dengan adat Sahu pasti muncul tandatanya.  kenapa ada meja di tengah, karena bicara dalam konteks adat dalam istilah seperti agama ma toto adat yang batul itu adat ma toto agama dengan bukti seperti ditengah malam acara ini, sehingga itu harus tetap dijaga dan dipelihara masyarakat adat yang ada di Halbar," tegasnya. ((red)


Reporter: Redaksi

BERITA TERKAIT