Home / Berita / Nasional
09 Oktober 2019

Perkuat Ketahanan Daerah Kemhan RI Lakukan Pembinaan Terhadap Satpol PP Dan Linmas Malut

Usai Kegiatan di lakukan dengan foto bersama

TERNATE, OT - Untuk memperkuat ketahanan daerah, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) melalui Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) melakukan pembinaan terhadap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang ada di Provinsi Maluku Utara (Malut).

Pelaksanaan kegiatan ini, berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara yang mengatur tentang menghadapi ancaman militer, sistem pertahanan semesta menempatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai komponen utama dengan didukung komponen cadangan dan komponen pendukung.

Selain itu berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Satpol PP dan Linmas merupakan bagian perangkat daerah di bidang Penegakan Peraturan Daerah (Perda), ketertiban umum, dan ketentraman masyarakat yang memiliki ketrampilan khusus, jiwa juang dan disiplin yang tinggi serta memiliki hirarki komando.

Kegiatan yang dipusatkan di aula kantor Balai Latihan Kerja (BLK) Ternate, akan berlangsung selama dua hari dengan mengungsung tema, "Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Komponen Pendukung Pertahanan Negara bagi Satpol PP dan Linmas di Provinsi Maluku Utara"

Kegiatan tersebut, dihadiri Danlanal Ternate, Dandim 1501/Ternate, Kapolres Ternate Sekda Kota Ternate, mewakili Wali Kota, Kepala Kesbangpol Kota Ternate,  Kepala Satpol PP Provinsi Malut, perwakilan Danrem 152/Babullah,  para peserta dan tamu undangan lainya.

Direktur Sumber Daya Petahanan Ditjen Pothan Kemhan RI, Brigadir Jendral TNI, Priyanto kepada indotimur.com mengatakan tujuan dari kegiatan pemberdayaan manusia memang diantaranya adalah kita melaksanakan sosialisasi kepada Satpol PP dan Linmas.

Selain itu, kata Priyanto, pihaknya juga memiliki sejumlah program, "hari ini, kita lakukan di wilayah Kota Ternate Provinsi Maluku Utara. Yang pertama tujuanya adalah kita melakukan pemahaman tentang bela negara, karena pertahanan negara ini tidak hanya TNI saja tetapi juga merupakan tanggung jawab semua warga negara termasuk di dalamnya Satpol PP dan Limnas," kata Priyanto usai membuka kegiatan sosialisai, Rabu (9/10/2019).

Tujuan berikutnya adalah menjalin silaturrahmi serta bertukar informasi ataupun cara dan inovasi dalam menangani suatu persoalan di lapangan, sehingga terjadi keseragaman tindakan diantara Satpol PP dan Limnas.

"Karena mereka juga sebagai aparat penegak untuk peraturan daerah yang juga berhubungan dengan ketertiban umum. Kalau semua itu bisa tertata dengan baik, maka tentunya pertahanan negara kita juga semakin bagus," jelasnya.

Disisi lain, kata Priyanto, dalam kegiatan ini, juga disampaikan tentang pengelolaan sumberdaya nasional untuk pertahanan negara, terutama Sumber Daya Manusia (SDM), yang berkaitan dengan komponen cadangan dan komponen pendukung dalam pertahanan negara yang difungsikan.

"Kedepanya visi kita yaitu menciptakan pertahanan yang tangguh dalam menghadapi ancaman yang tidak saja bersifat militer,  tetapi juga yang bersifat Ideolgi, politik, ekonomi, sosial budaya dan lain-lain," ujarnya.

Selain itu juga, dalam rangka menghadapi ancaman non militer, pihaknya juga melakukan pertahanan yang disebut min militer, "artinya yang menempatkan Kementerian maupun lembaga di luar dari pertahanan sebagai musuh utamanya di dalam menghadapi ancaman itu," tukasnya.

Priyanto juga menambahkan TNI sebagai komandan utama menempatkan diri sebagai unsur pendukungnya dalam membantu sosialisasi, membantu mencerahkan masyarakat. "Harapanya Indonesia menjadi Negara yang memiliki pertahanan yang bagus dan disegani khususnya diwilayah asean untuk skala Internasional," tutup Priyanto seraya menyebut, kegiatan ini juga telah diselenggarakan pada sejumlah daerah laimnya di Indonesia.

Sementara itu Kasat Satpol PP Provinsi Maluku Utara, Rahmat Jabir menyampaikan penghargaan yang luar biasa dari Kementerian Pertahanan yang telah memberikan sosialisasi menyangkut SDM bagi Satpol-PP dan Linmas di Provinsi Maluku Utara. 

Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu langkah awal untuk mempertahankan kesatuan NKRI. "Seperti yang kita lihat sekarang,  banyak kejadian di beberapa daerah yang bisa mengancam kesatuan negara," tukasnya.

Satpol PP dan Linmas, kata Tahmat, adalah komponen pendukung dari TNI apabila Negara ini berada dalam ancaman, maka komponen pendukung selain TNI adalah Satpol-PP dan Linmas yang akan membantu mempertahankan kesatuan NKRI.

“Kedepannya secara internal kita akan lakukan konsulidasi kedalam menyangkut dengan Satpol-PP dan Linmas di Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku Utara," ungkapnya.

"Saya berharap agar seluruh personil Satpol-PP yang ada di Provinsi Malut, bisa menjaga ketertiban biar masyarakat tetap nyaman dan semoga kondisi Malut tetap aman terkendali," tutupnya. (ran)


Reporter: Randy Basri