TERNATE,OT- Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Provinsi Maluku Utara, Senin (25/9/207) pagi tadi, melakukan aksi untuk mendesak Menteri Perhuhungan (Menhub) agar segera mencopot kepala Bandara Sultan Babullah Ternate, Saeful Bahri, karena diduga telah melakukan Pungli terhadap 22 pedangang di aera Bandara.
Aksi dimulai pukul 10.00 WIT mengunakan satu unit truck yang dilengkapi sound sistem, di depan RRI Trnate dan Bandara Sultan Babullah. "Perlu saya tegaskan, aksi hari ini hanya untuk mendesak kepada Menhub segera mencopot ekpala Bandara Sultan Babullah, karna bekerja tidak sesuai mekanisme, " ujar koordinator lapangan, Rusdi Nurdin.
Kata dia, pedagang lokal di Bandara Sultan dijadikan anak tiri oleh kepala Bandara Saeful Bahri, dan menggantikan pengusaha dari luar seperti, Roti'O, sturbuck Starbucks dan lain-lain dengan alasan seluruh lapak akan dilakukan lelang.
"Kalau ini dilakukan lelang, maka pedagang lokal tidak memiliki model. Tidak hanya itu, jenis tarif yang tertera di kontrak kerja bulan lalu ditentukan sepihak, tanpa mengukur pendapatan operasional pedagang lokal," katanya.
Dengan kehadiran pengusaha luar, kata dia, tentu sangat merugikan pedagang lokal, maka pengusaha luar jangan menduduki tempat di bandara Sultan Babuullah Ternate. "Kami meminta kepala Bandara tetap konsisten dalam mempertahankan pengusaha loka yang sementara menempati lapak," ungkapnya.(al)









