Home / Berita / Nasional
01 Juni 2020

LSM Rorano Sebut Jumlah Kasus Positif Corona Naik Hampir 400 Persen

Direktur LSM Rorano, Asghar Saleh

TERNATE, OT - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rorano mencatat, hingga memasuki bulan Juni 2020, peningkatan kasus coronavirus (covid-19) di Maluku Utara naik hingga 400 persen.

Dalam catatan Rorano, hingga tanggal 31 Mei 2020, jumlah kasus covid-19 di Maluku Utara (Malut) mencapai 153 orang, sedangkan OTG, 840 orang, ODP 72, PDP 25 orang, sembuh 27 dan meninggal dunia 11 orang.

Dari jumlah ini, Kota Ternate menjadi daerah paling banyak pasien terkonfirmasi positif dengan jumlah hampir 100 orang atau tepatnya 99 orang.

Direktur LSM Rorano, Asghar Saleh dalam keterangan resminya menyampaikan, hingga akhir Mei, jumlah pasien yang meninggal dunia sudah mencapai 11 orang.

Asghar menyebut, dalam catatannya, tambahan 4 kasus positif di Ternate kemarin, maka total kasus terkonfirmasi positif sejak kasus 01 tanggal 23 Maret 2020 di Ternate sampai Minggu, 31 Mei 2020 jadi 99 orang.

"Sedikit perbandingan saja karena saya cenderung berbagi data. Saat kasus 01 diumumkan sampai akhir bulan Maret, Ternate hanya punya 1 kasus. Di bulan April, kita bertambah 19 kasus sehingga per 30 April kita punya 20 kasus," ujar Asghar.

Memasuki bulan Mei, grafik melonjak hampir 400 persen, dimana pada April, kasus terkonfirmasi positif hanya 20 kasus namun sepanjang Mei, pasien terkonfirmasi positif Kota Ternate bertambah 79 kasus dibarengi demgan sejumlah angka kematian. 

Pemerintah daerah, kata dia, sudah harus memiliki skenario untuk mengantisipasi melonjaknya angka kasus di bulan Juni, "Rorano, meminta misalnya ada skenario cadangan, kalau misalnya RSUD Chasan Boesoirie full, apa langkah antisipasi, misalnya siapkan rumah sakit cadangan di Ternate, untuk mengantisipasi lonjakan pasien," katanya.

Dia khawatir, jika skenario ini tidak diantisipasi, maka dipastikan, Pemprov dan pemerintah daerah di Maluku Utara akan kelabakan menghadapi pandemi ini, "tenaga survelance terbatas, ruang isolasi terbatas, tenaga kesehatan baik dokter maupun perawat juga terbatas, ini yang harus dipikirkan," tegasnya.(thy)


Reporter: Ibenk