SEKADAU, OT - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, Akhmad Suryadi menuturkan hasil breafing yang dilakukan fokus lahan gambut untuk pemadaman atau water boomin. Meski tingkat akurasinya diatas 5 persen tetap menjadi target pemadaman atau water booming.
“Dalam hasil breafing jika tidak ada komplain, besoknya water booming dilakukan oleh tim operasi udara provinsi. Itu sudah disepakati, kalau ada hujan malamnya bisa dibatalkan,” ujarnya ditemui, Selasa (26/9).
Akhmad mengatakan, sebaran lahan gambut terdapat di 14 desa di Kabupaten Sekadau. Adapun14 desa tersebut diantaranya, Boti, Nanga Menterap, dan Setawar Kecamatan Sekadau Hulu.
Sedangkan untuk Kecamatan Sekadau Hilir diantaranya Desa Peniti, Sungai Kunyit, Landau Kodah, Mungguk, Timpuk, Tapang Semadak dan Gonis Tekam. Untuk Kecamatan Belitang Hilir ada di Desa Entabuk, Sungai Ayak III, Sungai Ayak I dan Merbang.
“Sejauh ini, sudah ada lahan gambut yang terbakar, hotspotnya di Gonis Tekam dan Sungai Ayak. Hingga saat ini tercatat 160an jumlah hotspot,” bebernya.
kata dia, pihaknya terus memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla). Salah satu solusi yang diberikan kepada masyarakat dengan dikeluarkannya instruksi bersama Forkopimda Kabupaten Sekadau.
“Ini yang terus diberikan pemahaman kepada masyarakat. Apalagi saat ini jika tiga atau empat hari tidak ada hujan, maka sangat besar potensi terjadinya Karhutla dengan ditandai timbulnya kabut asap,” tuturnya. (Ya)
(red)









