Home / Berita / Nasional

Pelatihan Bela Negara Angkatan Ke II di Halut Mulai Dilaksanakan

11 September 2017
Bupati tinjau kesiapan peserta Bela Negara

TOBELO, OT- Kodim 1508/Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) bekerjasama dengan Kesbangpol Halut, kembali melaksanakan pelatihan Bela Negara angkatan ke II tahun 2017 yang diikuti oleh 100 orang peserta.

Bupati Halut, Frans Manery bertindak selaku Inspektur Upacara pada pembukaan pelatihan Bela Negara di lapangan upacara Makodim 1508 Tobelo, pada Senin (11/9/2017).

Upacara dihadiri Dandim 1508 Tobelo Letkol Arh Herwin Budi Saputra, Kepala BNNK Halut Ibu Meliana Mahundingan, Kasdim 1508 Tonelo Mayor Inf Robi Manuel S. Sos, Danramil 1508-04 Malifut Kpt Inf Moh Ali, Dankipan C Yonif RK 732/Banau Kpt Inf Ikbal Hanafi, Danpos Pom Halut Letda Cpm Suryanto, Mewakili Lapas Tobelo Syamsir Ali, Para Pimpinan SKPD Pemkab Halut, Para Kepala Perbangkan Halut, Para Perwira Staf Kodim 1508 Tobelo, Personil TNI-Polri, Peserta Belneg dan tamu undangan.

Bupati Halut, Frans Manery dalam sabutannya menyampaikan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahananan Negara yang menjelaskan bahwa upaya Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusional dalam pelaksanaan bela negara bagi warga negara.

"Tantangan yang dihadapi bangsa yang besar ini adalah, bagaimana kita dapat mengelola kemajemukan. Kemajemukan bisa menjadi kekuatan yang maha dahsyat jika kita mampu menjaganya dengan baik," jelas Bupati dalam sambutannya.

Oleh karena itu, kata Bupati, dibutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki kualitas sikap mental dan perilaku cinta tanah air dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Bela negara dalam konteks reformasi saat ini, haruslah lebih kita maknai secara aplikatif terhadap kesadaran dan tanggung jawab setiap warga negara, atau warga masyarakat untuk membela negara serta mewujudkan tatanan lingkungan bermasyarakat yang komunikatif antara satu dengan yang lain," terangnya.

Menurut Bupati, wilayah Indonesia secara geografis sangat luas, demikian pula dengan jumlah penduduk yang banyak serta pola kehidupan masyarakat yang majemuk. Ini tentunya akan berdampak terhadap peluang yang dapat menimbulkan konflik, apabila sebagai masyarakat kita lebih mementingkan diri sendiri dan mengedepankan keegoisan masing-masing dan secara khusus dikalangan kaum muda. 

"Perilaku dan karakter kaum muda, umumnya masih cenderung kurang mampu menguasai keegoisan yang timbul dari dalam diri sendiri. Dan karena itu, kekerasan dalam pergaulan lebih sering pemicunya adalah bersalah paham karena pengaruh minuman keras, NARKOBA dan kenakalan remaja lainnya," tandasnya.

Bupati menjelaskan, tujuan utama dari kegiatan ini juga agar lebih disiplin, sigap dalam menghadapi segala kondisi ancaman terhadap bangsa tercinta ini. Dan juga terus menjaga budaya saling menghargai dapat terpelihara sehingga kebersamaan dalam perbedaan akan menjadi warna-warni indah bagi lingkungan dimana kita ada dan berinteraksi.

"Ikutilah dengan serius kegiatan pelatihan ini, karena akan menjadi suatu pelajaran berharga sekarang maupun kedepan," pungkas Bupati. (ds)


Reporter: Redaksi

BERITA TERKAIT