Home / Berita / Nasional

Kelapa Bido Morotai Jadi Incaran Dunia

14 September 2017
Mohtar Adam

TERNATE, OT- Akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Mohtar Adam menyampaikan, saat ini kelapa bido menjadi incaran dunia, karena memiliki produktivitas cukup baik dan tinggi di dunia.

“Kelapa bido itu, kelapa yang tumbuh di desa Bido Kecamatan Morotai Utara Kabupaten Pulau Morotai,” ujar Dosen Fakultas Ekonomi Ukhair Ternate ini, pada acara pelantikan IKatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Maluku Utara, Kamis (14/7/2017) pagi tadi.

Kata dia, skema para industri kelapa adalah mencari kelapa yang paling produktif, karena beberapa kelapa dalam perkembangannya sudah mengalami perubahan. Tetapi sejak 2013 kelapa Bido sudah mulai terkenal dibeberapa daerah di Indonesia.

Dia mengaku, pada konferensi asosiasi kelapa dunia di Bali pada Juni lalu, itu tema besar yang disuskusikan  tentang kelapa Bido. “Kelapa bido punya tingkat produktivitas cukup baik dan tinggi, sehingga dianggap paling produktif di dunia saat ini. Untuk itu, beberapa Negara mulai mengincar, terutama India dan Thailand,” jelasnya.

Mohtar menjelaskan, kelapa Bido itu 4 tahun sudah bisa produksi dan rasio produksinya di atas rata-rata kelapa dunia,  dan merupakaa kelapa yang paling produktif. “Kami lagi berupaya melakukan upaya diskusi dengan pemerintah kabupaten/kota dan provinsi guna mendorong membangun komoditas kelapa di tahun 2018,” terngnya.

“Sayangnya kita di Malut ini gembar-gemborkan soal kelapa tapi kita urutan keempat di Indonesia, pada hal kita punya komoditas kelapa sudah turun temurun, maka kita berharap ada upaya pemerintahan lokal melakukan pembibitan kelapa di sleuruh daratan Halmahera,” harapnya.

Dikatakannya, Pemkab Morotai sudah tahu karena dirinya sudah menghubungi Bupati sehingga bupati sangat merespon dan akan menjadikan Morotai sebagai pusat bibit, namun pihaknya mengusulkan agar Malut menjadi pusat pembibitan.

“Jika kita ingin mengembangkan kelapa, maka dibutuhkan security terutama keamanan dari pihak Kepolisian agar bisa menahan kelapa kita keluar, karena saat ini perkembangan terakhir bahwa bibit kelapa BIdo 1 buah Rp200.000. Sebab perebutan bibit kelapa Bido sudah sangat tinggi dan beberapa negera sudah mengirim calonya untuk membeli kelapa itu,” terangnya.

Hal ini jangan sampai Malut kalah mengembangkan kelapa bido, karena kelapa tersebut merupakan bibit unggul dunia, dan Maluku Utara mau mengambil bagian karena jika tidak akan rugi.


Reporter: Zulkifli A. Yusuf

BERITA TERKAIT