TERNATE,OT- Badan Meterologi Kimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, tidak kurang dari 988 kali gempa bumi terjadi di wilayah Jailolo Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) dan sekitarnya, sejak 27 September hingga hari ini, Jumat (29/9/2017).
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Mochammad Riyadi dalam siaran pers yang diterima indotimur.news mengatakan, peristiwa gempabumi swarm, terjadi di Provinsi Maluku Utara, dengan parameter gempa terbesar terjadi pada Jumat 29 September 2017 pukul 06:01:37 WIB dengan kekuatan, M 4,7 SR, berpusat di 0,99 LU dan 127,54 BT pada Kedalaman : 10 Km.
"Gempabumi swarm yang terjadi di sekitar Jailolo dan Ternate ini rata-rata memiliki kedalaman dangkal dengan variasi magnitudo, sebanyak 43 event diantaranya merupakan gempabumi dirasakan,” tulis Riyadi dalam siaran pers yang dirilis melalui situs www.bmkg.go.id
Dikatakan, Gempabumi swarm yang terjadi di Maluku Utara, tidak menimbulkan tsunami, karena kekuatannya tidak cukup kuat untuk membangkitkan perubahan di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.
Dari hasil monitoring BMKG sejak 27 September 2017 pukul 21.09 WIB hingga saat ini 29 September 2017 pukul 07.00 WIB rentetan kejadian gempa yang sudah terjadi mencapai 988 kali.
"BMKG terus memonitor perkembangan Gempabumi tersebut dan hasilnya akan diinformasikan kepada masyarakat melalui media", tulisnya.
Dampak Gempabumi pada peta menyebutkan, tingkat guncangan (Shakemap) BMKG menunjukkan bahwa wilayah berpotensi terjadi guncangan antara lain di Jailolo pada skala II SIG-BMKG (IV-V MMI), Ternate II SIG-BMKG (III-IV MMI), sebagaimana laporan yang diterima BMKG, gempabumi swarm dirasakan di Jailolo, Ternate, dan Sofifi II SIG-BMKG (IV MMI).
Dia menuturkan, penyebab Gempabumi sendiri berdasarkan parameter gempabumi, ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal. Gempabumi swarm ini sebagian besar memiliki mekanisme sumber sesar mendatar (strike slip).
BMKG juga mengeluarkan himbauan kepada masyarakat Malut, khususnya di Jailolo, Ternate, Sofifi dan sekitarnya, untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari BPBD setempat.
"Imbauan untuk masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD setempat, serta informasi dari BMKG. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai Gempabumi dan tsunami. Masyarakat tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang pada umumnya kekuatannya semakin mengecil," tutupnya.(thy)









