JAILOLO,OT - Aktifitas belajar mengajar di sekolah tingakt SD, SMP dan Eklisia desa Akediri kecamatan Jailolo untuk sementara di hentikan. Sejumlah murid terpaksa di pulangkan ke rumah masing- masing. Sedangkan sekolah SMP desa Hatebicara memilih melakukan aktifitas belajar mengajar di luar ruangan kelas karena mengingat situasi gempa bumi masih terus terjadi hingga saat ini, Kamis (28/9/2017).
Informasi yang diterima redaksi Indotimur.com, dari Badan Meteorologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Ternate menunjukan, keuatan gempa M=2,4 Skala Richter (SR). Pusat gempa bumi terletak pada 1.03 LU dan 127.39 BT, tepatnya di 9 km Barat Daya JAILOLO-MALUT pada kedalaman 6 KM Halmahera Barat (Halbar).
Hasil monitoring BMKG, hingga saat ini telah terjadi beberapa kali gempa berkekuatan kecil, dengan rentan waktu antara kejadian yang relatif pendek/berdekatan, namun cukup dirasakan oleh sebagian warga Jailolo terutama di desa-desa di sekitar gunung Jailolo, walaupun demikian sampai saat ini belum ada laporan jatuhnya korban atau kerusakan bangunan. Gempa bumi yang terjadi di Jailolo Halbar ini memiliki kemiripan dengan gempa bumi swarm yang terjadi akhir tahun 2015.
pihak BMKG
Sementara itu, berdasarkan laporan dari BPBD setempat terindetifikasi, gempa tersebut dirasakan pada skala II MMI di wilayah Jailolo dan sekitarnya.
BMKG Mengimbau agar masyarakat tidak panik dan tidak terpancing isu-isu Tsunami dari sumber yang tidak bertanggung jawab.
Diketahui, sampai saat ini gempa bumi susulan masih terus terjadi, dengan durasi 5 sampai 10 detik sebanyak - 35 kali gempa.
(red)









