JAILOLO, OT - Gala Desa adalah salah satu program olaharaga dari kementerian pemuda dan Olaharaga (Kemenpora) RI yang diprioritaskan untuk beberapa daerah di Indonesia.
Program Gala Desa ini terdiri dari 6 cabang olaharaga yang di pertandingkan pada masing masing daerah dan di prioritaskan langsung oleh kemenpora untuk mengadakan kegiatan tersebut. Sayangnya, kegiatan Gala Desa di kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Maluku Utara, ternayata di pungut biaya untuk mengikuti 6 cabang olahraga untuk dijadikan bonus tim pemenang.
"Untuk anggaran Gala Desa itu sudah di patok melalui kemenpora senilai Rp150 juta dan ada juga bantuan dana dari pemda setempat senilai 100 Juta. Sehngga total angaran dalam pelaksanaan kegiatan ini sudah cukup untuk memberikan bonus kepada team pemenang. Kok kenapa Para peserta atau team yang ikut memeritahkan turnamen tersebut harus mengeluarkan dana senilai Rp.500.000 hingga Rp1.500.000," sesal Rudy, Team Menejer Tunas Pabos, Kepada Indotimur.com, Selasa(26/9/2017).
Rudy Juga menegaskan, pelaksanaan Turnamen gala desa ini bukan seperti pelaksanaan turnamen lain yang harus memungut biyaya dari para team. Semua angaran sudah di fasilitasi. "Ini bukan ajang untuk mencari dana mesjid atau gereja lalu para pelaksana dari kegiatan gala desa ini harus melakukan pungutan kepada team.maka dari itu diharapkan kepada dispora halbar agar dapat melakukan evaluasi persoalan ini sehingga dapat mengembalikan uang pendaftaran bagi para team yang sudah mendaftar," kesal Rudy.
Diketahui, 6 Cabor yang di pertandingkan dalam pelaksanaan Gala Desa di Halbar antara lain, Cabang olaharaga Sepak Bola, Sepak Takraw, bola Volly, Tenis Meja, Bulutangkis dan Atletik.
(red)









