HALSEL OT - Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara, Bahrain kasuba akan mengambil langkah tegas kepada pimpinan SKPD dan Pegawai di lingkup Pemkab Halsel yang terlibat aliran Syiah.
"Kami akan ambil langkah tegas jika ada pejabat yang ikut Aliran Syiah,"tegas Bahrain Senin tadi (11/9/2017).
Kata dia, jika ada pimpinan SKPD yang ikut aliran Syiah, maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas dengan mennjobkan yang bersangkutan dari jabatan. "Tidak ada aliran Syiah di Pemkab Halsel, harus bersih dari Halsel, bahkan harus keluar dari Halsel," tegasnya.
Dikatakannya, Syiah tidak bisa ada di lingkup Pemkab Halsel karena itu jelas sangat mengganggu dan berpengaruh pada kinerja Pemkab Halsel. "Secara keyakinan maka sangat berpengaruh dan tidak akan mendapatkan berkah dari Allah SWT," ujarnya.
Sementara data IndoTimur.com yang bersumber dari kantor Bupati Halsel menyebutkan, ada sejumlah pejabat dan PNS di lingkungan Pemkab Halsel diduga pengikut aliran Syiah. Sebelumnya, Aliran Syiah Jafariah akhirnya dibekukan dan dilarang beredar di kabupaten Halsel.
Hal itu sesuai hasil pertemuan yang dilakukan Kementerian Agama Kabupaten Halsel dan Pemkab Halsel dengan majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Muhammadiyah, Tokoh Adat, Tokoh Agama, serta dihadiri Forkompimda Halsel di kantor Kemenag Halsel beberapa waktu lalu.
Bahkan Kapolres Halsel AKBP Zainudin Agus Binarto menegaskan, aliran Syiah saat ini dibekukan dan tidak ada kegiatan apapun di Halsel. "Jika masih ada kegiatan yang dilakukan, maka kita akan proses sesuai fakta yang ada," tegasnya.
(it@)









