TERNATE, OT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Ternate, mengimbau masyarakat kota Ternate khususnya yang mendiami bantaran kali mati (barangka) dan kawasan-kawasan rawan bencana untuk mewaspadai potensi bencana banjir.
Imbauan ini dikeluarkan BPBD menyusul tingginya intensitas curah hujan di wilayah Maluku Utara khususnya di kota Ternate, dalam sepekan terakhir.
Kepala BPBD kota Ternate, Hasyim Yusup kepada indotimur.news, Senin (26/9/2017) melalui sambungan telepon menyampaikan, Pemkot Ternate melalui aparatur Kelurahan dan Kecamatan terus memberikan imbauan kepada warga khususnya yang mendiami bantaran kali mati.
Imbauan ini disampaikan agar masyarakat disekitar bantaran kali mati lebih waspada, jika sewaktu-waktu intensitas curah hujan semakin meningkat. “Kita memberikan imbauan melalui aparatur Kecamatan, Kelurahan bahkan sampai di tingkat RT dan RW, agar warga yang berada di daerah rawan bencana khususnya di bantaran kali mati, untuk selalu mewaspadai kondisi cuaca di kota Ternate,” kata Hasyim.
Sebagai instansi yang menangani masalah bencana, Hasyim mengatakan, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan para Lurah dan Camat, untuk memonitoring kondisi daerah-daerah rawan bencana. “Jika curah hujan cukup tinggi, kita turunkan personil di kawasan-kawasan rawan bencana guna melakukan monitoring secara langsung. Selain itu, kita juga terus berkoordinasi dengan Lurah dan Camat,” tutup Hasyim.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) stasiun Babullah Ternate, wilayah Maluku Utara, masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur kota Ternate, Maluku Utara, Sabtu akhir pekan lalu, mengakibatkan 52 rumah warga di Kelurahan Rua diterjang banjir bandang. Bencana banjir bandang di Kelurahan Rua terjadi akibat meluapnya kali mati di RT04 / RW02 Kelurahan setempat.
Selain di RT 04, banjir juga terjadi di RT 01, yang mengakibatkan pagar SDN 66 Kota Ternate sepanjang 30 meter ambruk diterjang banjir.
Saat ini, pihak BPBD tengah melakukan pendataan jumlah kerugian yang diakibatkan banjir bandang yang terjadi, akhir pekan lalu. Selain melakukan pendataan, pihak BPBD bersama Dinas PU-PR juga tengah melakukan normalisasi, guna mencegah banjir susulan yang bisa saja terjadi.(thy)









