Home / Berita / Nasional

Belum Selesai 100 Persen, PT Jabeka Minta KEK Morotai Segera Diresmi

03 September 2018
Gubernur Bersama perwakilan PT Jababeka

SOFIFI,OT- Meskipun kesiapan Kawasan Elonomi Khusus (KEK) Kabupaten Pulau Morotai, provinsi Maluku Utara (Malut), belum selesai 100 persen. Namun PT. Jababek sebagai pihak pekerja telah melaporkan ke pemerintah provinsi untuk segera diresmikan oleh Presiden.

Hal ini terungkap disaat rapat antara perwakilan PT Jababeka dengan Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba, Senin (3/9/2018) tadi.

 

"Kami rapat hari ini dengan pak gubernur Malut, untuk melaporkan kesiapan KEK Morotai sekaligus menentuan waktu kesiapan peresmian oleh Presiden. Dan daerah tentunya sudah siap tinggal administrasi di pusat,” ujar  Direktur Marketing Office PT Jababeka Morotai, Basuri T. Purnama saat dikonfirmasi wartawan di Kantor Gubernur Malut usai bertemu dengan gubernur, Senin (3/9/2018).

Basuri mengaku,  infrastruktur baik itu jalan, kantor, home Stay, Hotel sudah dibangun sekitar 600 unit, sementara home stay ditargetkan dibangun 1.000 unit. Tapi yang baru selesai 41 persen, juga dibangun bangunan untuk masyarakat menyaksikan berbagai hiburan dan akan menjadi kota baru di Pulau Morotai.

Lanjut Basuri, KEK Morotai adalah daerah  yang menjadi pembeda. Dimana KEK Morotai didorong pada sektor Pariwisata dan sektor industri perikanan, namun yang menjadi kendala saat ini disektor industri perikanan, baik lahan maupun izin dari pemerintah pusat yang saat ini belum direspon.

"Saat ini kami masih berpikir  sektor Pariwisata, karena sektor perikanan masih sedikit terkendala sehingga kami fokus pada Pariwisata,”ujarnya. 

Dikatakan,  untuk meningkatan sektor Pariwisata perlu dukungan dari infrastruktur transportasi udara, meningkatkan status bandara Morotai,  sehingga dapat melayani penerbangan internasional seperti daerah lain.

'Kami ingin  bandara Morotai ditingkatkan agar  penerbangan bisa dilakukan langsung Morotai-Jepang,  Morotai-Sanghai, Taiwan-Morotai, karena kami targetkan 76 ribu wisatawan mancanegara berkunjung ke Morotai dengan target setiap hari 200 penumpang pesawat yang turun di bandara Morotai, intinya kami cipta Morotai jadi ramai,”ujarnya. 

Dalam pembangunan KEK Morotai, lanjut dia, saat ini lahan yang telah dibangun sekitar 10 hektar. Namun ditargetkan tahap pertama 50 hektar. "Kami menargetkan sampai 500 hektar  untuk bangun secara bertahap. Maka KEK Morotai harus  diresmikan lebih dulu," katanya.

”Kami bangun secara bertahap, dengan menggunakan anggaran sendiri tanpa ada bantuan dari pemeintah, namun sudah enam tahun PT Jababeka bertahan di Morotai untuk itu secepatnya diresmikan,”harapnya. 

Ia menambahkan,  Pulau Morotai saat ini menjadi rebutan semua  investor dari  beberapa negara, seperti Malaisya, Kamboja, Brunai Darussalam, Taiwan dan beberapa investor negara lainnya, bahkan saat ini di Taiwan 60 persen warga Taiwan mengetahui Morotai dari PT Jababeka. Bukan Pemda.(al)


Reporter: Alfajri A. Rahman

BERITA TERKAIT