Home / Berita / kesehatan

Dosen Poltekkes Kemenkes Ternate Dampingi Kader Deteksi Dini TB di Puskesmas Sulamadaha

22 Agustus 2026

TERNATE, OT - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Dosen Poltekkes Kemenkes Ternate menggelar pelatihan dan pendampingan kader kesehatan di Kelurahan Loto, wilayah kerja Puskesmas Sulamadaha pada Selasa (2/6/2026).

Langkah ini dilakukan guna mengaktifkan kembali peran kader dalam mendeteksi dini penyakit tuberkulosis (TB) langsung dari lingkungan keluarga.

Melalui kegiatan ini, para kader dibekali pengetahuan komprehensif mulai dari pemahaman gejala, faktor risiko, pencegahan, etika batuk, hingga teknik penemuan terduga TB.

Ketua Tim Pengabdian, Fadila Abdullah, menegaskan pentingnya posisi kader sebagai garda terdepan di masyarakat. Kader bertugas melakukan skrining awal, memberikan edukasi, dan merujuk terduga TB ke fasilitas kesehatan tanpa menetapkan diagnosis mandiri.

"Kader merupakan mitra puskesmas yang dapat membantu mengenali masyarakat dengan gejala atau faktor risiko TB. Mereka tidak menetapkan diagnosis, tetapi melakukan skrining awal, memberikan edukasi, dan merujuk masyarakat ke puskesmas," ujar Fadila.

.Pelatihan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung. Para kader dilatih melakukan simulasi wawancara skrining gejala—seperti batuk berkepanjangan, demam, keringat malam tanpa aktivitas, hingga penurunan berat badan.

Selain itu, kader dibekali keterampilan melacak riwayat kontak erat pasien TB sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan tetap mengedepankan empati dan menjaga privasi warga.

Dalam sesi praktik pencegahan, kader juga memperagakan etika batuk yang benar, penggunaan masker, serta tata cara cuci tangan yang higienis.

Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan kenaikan signifikan pada tingkat pengetahuan serta keterampilan komunikasi kader.

Bidan Desa/Kelurahan Sulamadaha, Mira, mengapresiasi perubahan positif tersebut.

"Setelah mengikuti pelatihan, kader lebih percaya diri dalam melakukan wawancara dan menyampaikan edukasi kepada keluarga. Mereka juga memahami langkah yang harus dilakukan apabila menemukan masyarakat yang memiliki gejala TB," ungkap Mira.

Guna memastikan efektivitasnya, tim pengabdi yang diwakili Muhlisa menambahkan bahwa pendampingan dilanjutkan langsung ke lapangan (door-to-door).

Setiap kader diberi target minimal untuk menemukan satu orang terduga TB agar segera mendapatkan rujukan pemeriksaan medis di puskesmas.

Melalui sinergi antara kader, Puskesmas Sulamadaha, dan pemerintah kelurahan, program ini diharapkan dapat mempercepat penemuan kasus, memutus rantai penularan TB di tingkat keluarga, serta mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.

 (fight)


Reporter: Gibran
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT