TERNATE, OT – Aksi tawuran antarpemuda yang meresahkan warga di Lingkungan Ngidi, Kelurahan Makasar Barat, Kecamatan Ternate Tengah, berhasil dibubarkan aparat kepolisian, Selasa (31/3/2026) dini hari.
Respons cepat ditunjukkan personel Sat Samapta Polres Ternate setelah menerima laporan masyarakat sekitar pukul 02.50 WIT. Tanpa menunggu lama, tim langsung bergerak ke lokasi.
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), aparat langsung membubarkan kelompok pemuda yang terlibat aksi saling lempar batu.
Kasi Humas Polres Ternate, Ipda Sudirjo, menjelaskan bahwa penanganan cepat tersebut dipimpin langsung oleh Pamapta I Polres Ternate, Ipda Fuad Umakaapa bersama personel Unit 1 Sat Samapta.
“Begitu menerima laporan, personel langsung menuju lokasi dan membubarkan tawuran serta mengamankan pihak-pihak yang terlibat,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula sekitar pukul 01.40 WIT. Seorang pemuda berinisial F (21), warga RT 04 RW 03, awalnya hendak membeli nasi kuning di depan Indomaret.
Namun, situasi berubah ketika ia menegur sekelompok pemuda yang sedang berkumpul. Teguran tersebut diduga memicu emosi hingga berujung aksi pengeroyokan.
Korban kemudian melarikan diri sambil meminta bantuan rekannya. Ketegangan pun meningkat dan berubah menjadi aksi saling lempar batu di depan Cafe The Cogan.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut sempat berupaya melerai. Ketua RT setempat bahkan mengajak orang tua pemuda untuk turun tangan menenangkan situasi.
Tak lama berselang, aparat kepolisian tiba dan langsung mengambil alih kondisi. Selain membubarkan massa, polisi juga memanggil pihak-pihak terkait untuk dimediasi di lokasi.
Dari hasil penelusuran awal, konflik tersebut diduga dipicu persoalan lama sejak momen Lebaran, 20 Maret 2026. Saat itu, sekelompok pemuda diduga mengonsumsi minuman keras di area pemakaman dan sempat ditegur warga, yang kemudian memicu gesekan berulang. Sejumlah pemuda berinisial U, I, dan beberapa lainnya diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Polres Ternate menegaskan telah melakukan langkah-langkah penanganan, mulai dari pengumpulan keterangan, pengamanan pihak terkait, hingga mediasi untuk mencegah konflik lanjutan.
Saat ini situasi di lokasi telah kembali kondusif. Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan pemuda, agar tidak mudah terpancing emosi dan mengedepankan penyelesaian masalah melalui jalur damai maupun hukum.(ier)


















