Home / Berita / Hukrim

Polisi Telusuri Asal Usul Airsoftgun Diduga Milik Oknum Aparat, Dipakai Pelajar Dalam Bentrok di Galela Barat

31 Maret 2026
Airsoftgun jenis Glock 19 kaliber 6 milimeter itu diamankan bersama 110 butir amunisi telah diamankan

HALUT, OT – Aparat gabungan menemukan satu unit senjata airsoftgun di tengah penanganan bentrokan antarwarga Desa Kira dan Desa Duma, Kecamatan Galela Barat, Senin malam, (31/3/2026). Temuan ini kini menjadi fokus penyelidikan karena diduga digunakan saat konflik berlangsung.

Airsoftgun jenis Glock 19 kaliber 6 milimeter itu diamankan bersama 110 butir amunisi dan lima tabung gas CO2. Polisi menyebut senjata tersebut diduga dipakai dalam bentrokan yang melibatkan aksi saling lempar batu hingga tembakan menggunakan senapan angin.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu mengkonfirmasi berdasarkan hasil penelusuran awal, airsoftgun tersebut diketahui milik seorang oknum anggota TNI. Dikatakan, senjata itu diduga dipinjamkan kepada kerabatnya yang masih berusia 16 tahun dan berstatus pelajar. Remaja tersebut diamankan aparat pada dini hari di Desa Duma.

"Pihaknya masih mendalami apakah penggunaan airsoftgun tersebut berkontribusi langsung dalam eskalasi konflik antarwarga," kata AKBP Erlichson.

Sejumlah Senpi diamankan polisi usai bentrok antar warga di Galela Barat

Menurutnya, bentrok sendiri dipicu oleh kasus pemukulan terhadap seorang pemuda Desa Kira bernama Naufal Bajak. Peristiwa itu terjadi pada sore hari, saat korban melintas di Desa Duma dan tiba-tiba diserang oleh seorang pemuda menggunakan ban motor bekas.

Korban yang melarikan diri ke Desa Kira sempat dilempari batu oleh sekelompok pemuda. Insiden ini kemudian memicu konsentrasi massa dan berujung pada aksi saling serang antara warga kedua desa pada malam harinya.

Situasi memuncak sekitar pukul 20.30 WIT, ketika massa mulai melakukan penyerangan ke arah perbatasan desa. Bentrokan berlangsung dengan intensitas tinggi, ditandai dengan lemparan batu, dugaan penggunaan bom molotov, serta tembakan dari senapan angin.

Aparat kepolisian yang tiba di lokasi mendapati kondisi sudah tidak terkendali. Penguatan personel pun dilakukan secara bertahap, melibatkan satuan Sabhara, Brimob, hingga dukungan TNI.

Saat memimpin langsung pengamanan dilapangan, AKBP Erlichson berujar dalam operasi tersebut, aparat juga mengamankan sejumlah warga yang membawa senjata tajam dan alat berbahaya lainnya.

"Selain airsoftgun, petugas menemukan sejumlah senapan angin, komponen senjata, serta alat-alat yang diduga digunakan dalam bentrokan saat melakukan penggeledahan di rumah warga kedua desa," tandasnya.

Hingga saat ini, situasi di perbatasan Desa Kira dan Desa Duma berangsur kondusif. Meski demikian, aparat gabungan masih disiagakan untuk mencegah potensi konflik susulan.

Polisi menyatakan penyelidikan masih berlangsung, termasuk menelusuri asal-usul penggunaan senjata dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam bentrokan tersebut. Dugaan sementara, konflik ini merupakan rangkaian aksi balas dendam dari peristiwa sebelumnya.(ier)


Reporter: Irfansyah

BERITA TERKAIT