Home / Berita / Hukrim

‎Kapolda Maluku Utara: Kasus Kematian Ali Abas Masih Diselidiki, Polisi Gunakan Pemetaan Satelit

25 Juni 2026
Kapolda Maluku Utara, Brigjen Pol Arif Budiman (istimewa)

HALTENG, OT – Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara Brigjen Pol Arif Budiman memastikan penyelidikan kasus dugaan penghilangan nyawa yang menewaskan Ali Abas, (65 tahun), di Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, masih terus berjalan.

‎Kapolda mengatakan penyidik telah menempuh berbagai langkah untuk mengungkap kasus tersebut, termasuk memanfaatkan teknologi pemetaan berbasis satelit guna membantu merekonstruksi peristiwa yang terjadi di lokasi kejadian.

‎"Kami terus berupaya semaksimal mungkin dengan berbagai cara untuk mengungkap kasus tersebut," kata Brigjen Pol Arif.

‎Menurutnya, kasus kematian Ali Abas terjadi di kawasan perkebunan Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat. Peristiwa itu sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama warga yang sehari-hari beraktivitas di area perkebunan.

‎Kata Arif, proses penyelidikan menghadapi sejumlah hambatan. Penyidik, kata dia, masih terkendala minimnya saksi yang mengetahui peristiwa tersebut serta keterbatasan barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara.

‎Meski demikian, kondisi itu tidak mengurangi upaya kepolisian untuk mengungkap fakta di balik kematian korban.

‎"Memang tidak mudah karena bukti di tempat kejadian perkara dan saksi sangat minim. Tetapi itu tidak membuat kami berhenti. Saat ini sudah dilakukan langkah-langkah pemetaan, termasuk menggunakan satelit untuk memastikan dan merekonstruksi kejadian yang terjadi saat itu," ujarnya.

‎Arif menegaskan Polda Maluku Utara berkomitmen menuntaskan penyelidikan dan akan menindaklanjuti setiap informasi yang diperoleh dari masyarakat maupun hasil kerja penyidik di lapangan.

‎Jendral bintang satu itu juga mengimbau warga, khususnya masyarakat Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, agar tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi terkait kasus tersebut.

‎Menurut Arif, penyebaran informasi yang tidak benar berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memperkeruh situasi di tengah masyarakat.

‎"Saya berharap masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu hoaks yang dapat merugikan kedua belah pihak. Yang jelas, penyelidikan kasus ini terus berjalan dengan berbagai upaya untuk mengungkap pelakunya," kata Arif.

‎Hingga kini, Polda Maluku Utara masih mengumpulkan keterangan sejumlah pihak serta data pendukung lainnya untuk mengungkap secara terang peristiwa yang terjadi di wilayah Patani Barat tersebut.

 (ier)


Reporter: Irfansyah
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT