TERNATE, OT - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) masih kesulitan mengungkap kasus dugaan penembakan mahasiswa kader HMI saat unjuk rasa (Unras) mahasiswa di depan kantor DPRD Kota Ternate beberapa waktu lalu.
Kabid Humas Polda Maluku Utara, AKBP Yudi Romantoro menyatakan, proses penyelidikan yang dilakukan penyidik Polda Malut terhadap dugaan kasus penembakan mahasiswa saat berunjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Ternate, masih menunggu kesembuhan korban yang hingga saat ini masih menjalani perawatan di salah satu Rumah Sakit (RS) di Makasar.
Meski demikian, kata Kabid, tim investigasi yang dibentuk oleh Kapolda Malut terus melakukan upaya investigasi internal.
"Bagi siapa saja yang mau dimintai keterangan di persilahkan untuk membuat terang suatu proses penyelidikan," ujar Yudi sembari menyebut Polda masih menunggu kesembuhan korban untuk dimintai keterangan.
Kabid menyampaikan, jika korban sudah sembuh, tim akan meminta keterangan terhadap yang bersangkutan untuk melengkapi hasil penyelidikan atas dugaan penembakan mahasiswa saat berunjuk rasa di depan kantor DPRD Ternate.
Polda, lanjut Yudi, akan selalu terbuka bagi siapa saja yang mau bergabung untuk memberikan keterangan agar kasus ini segera menemui titik terang.
Selain itu, lanjut Kabid, Polda secara kemanusiaan turut membantu proses pemulihan korban walaupun hasilnya belum ada tetapi Polda masih fokus untuk penyembuhan korban.
Kabid mengaku, dalam kasus ini, tidak.kurang dari 53 saksi telah diperiksa, tetapi jika masih ada lagi, kami persilahkan untuk memberikan keterangan," tutup Kabid. (ian)








