Home / Berita / Hukrim

Ibu Bhayangkari Diduga Jadi Korban KDRT Jalani Operasi di RSUD Ternate

Oknum Brigade Diamankan
24 Maret 2026
Korban menjalani perawatan medis di RSUD (istimewa)

TERNATE, OT - Kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kembali mencuat di Kota Ternate. Seorang ibu Bhayangkari aktif, Pipin Wulandari, (36) dilaporkan menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh suaminya sendiri.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami pendarahan hebat hingga tidak sadarkan diri dan harus dilarikan ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban sempat menjalani operasi darurat akibat luka di bagian kepala.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 22.28 WIT di kediaman korban di Kelurahan Toboleu, Kecamatan Ternate Utara. Saat kejadian, korban sempat menghubungi ibunya, Tomijan Yasim, melalui pesan singkat dan telepon dalam kondisi lemah.

“Korban sempat mengirim pesan WhatsApp dan menelepon saya, meminta datang karena sudah tidak berdaya,” ujar Tomijan.

Saat keluarga tiba di lokasi, korban ditemukan terbaring dengan kondisi memprihatinkan. Luka pendarahan terlihat di bagian hidung, telinga, dan kepala. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD untuk menjalani operasi karena diduga mengalami pendarahan di kepala akibat benturan keras.

Informasi yang beredar menyebutkan, suami korban merupakan oknum anggota Brimob Polda Maluku Utara berinisial Bripka RD alias Raihan (37 tahun) yang bertugas di Batalyon C Bacan Satbrimob.

Pihak keluarga mengungkapkan, dugaan kekerasan ini bukan kali pertama terjadi. Sejak menikah pada November 2025, korban disebut kerap mengalami penganiayaan. Bahkan, sepekan sebelum kejadian, korban diduga sempat mengalami luka robek di bagian kaki saat berada di tempat tugas pelaku di Bacan.

“Kami menolak segala bentuk mediasi. Kami minta proses hukum dilakukan secara tegas, terbuka, dan tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegas Tomijan.

Keluarga juga meminta perhatian serius dari Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono dan Dansat Brimob Kombes Pol Hendri Wira Suriyana agar kasus ini ditangani secara profesional dan transparan.

Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan adanya insiden tersebut. Danyon C Pelopor Satbrimob Polda Maluku Utara Kompol Wahidin menyatakan bahwa oknum anggota yang diduga terlibat telah diamankan.

“Yang bersangkutan sudah kami amankan di Satbrimob. Jika terbukti bersalah, pasti akan ditindak tegas,” ujarnya.

Dia juga mengaku telah menjenguk korban di rumah sakit untuk memastikan kondisi terkini. Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam perawatan intensif tim medis usai menjalani operasi selama kurang lebih lima jam.

 (ier)


Reporter: Irfansyah
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT