Home / Berita / Hukrim

Dendam Berujung Maut di Desa Bataka, Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Kerabat Sendiri

08 Maret 2026
Polisi saat evakuasi korban warga Desa Bataka, Kecamatan Ibu Selatan, Kabupaten Halmahera Barat yang diduga di bunuh (Foto/istimewa)

HALBAR, OT – Suasana tenang di Desa Bataka, Kecamatan Ibu Selatan, Halmahera Barat, mendadak mencekam pada Minggu pagi. Sebuah dugaan kasus pembunuhan menggemparkan warga setempat, melibatkan dua orang yang sebenarnya masih memiliki ikatan kekerabatan jauh.

Kapolsek Ibu, IPDA Imam Eko Akbar, mengonfirmasi bahwa personelnya bersama tim gabungan piket Polres Halmahera Barat telah diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). "Saat ini tim sudah di lapangan untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan mengejar terduga pelaku," ujar Imam saat dikonfirmasi.

Berdasarkan penyelidikan awal, tragedi ini diduga kuat dipicu oleh dendam lama. Terduga pelaku, seorang laki-laki yang identitasnya masih didalami, meyakini bahwa kematian orang tuanya beberapa waktu lalu bukanlah hal yang wajar.

Informasi dari saksi Feri Keno, yang merupakan saudara terduga pelaku, mengungkap adanya kecurigaan mendalam bahwa korban telah meracuni orang tua pelaku. Hubungan silsilah keduanya menunjukkan bahwa orang tua pelaku merupakan sosok "pangkat kakek" bagi korban.

"Terduga pelaku memiliki keyakinan mendalam bahwa korban adalah penyebab kematian orang tuanya. Hal inilah yang diduga memicu aksi balas dendam tersebut," ungkap laporan kepolisian di lapangan.

Kecurigaan itu kian memuncak karena sikap korban yang dianggap aneh pasca-kematian orang tua pelaku. Korban disebut-sebut sering mengawasi dan membuntuti aktivitas keluarga pelaku secara sembunyi-sembunyi, termasuk saat keluarga tersebut melaksanakan ibadah malam.

Aksi pembunuhan tersebut dilaporkan terjadi di samping rumah salah seorang warga. Usai menghabisi nyawa korban, pelaku langsung melarikan diri dari Desa Bataka. Pihak kepolisian mengakui adanya tantangan dalam menghimpun keterangan saksi di lokasi kejadian karena bertepatan dengan hari Minggu.

"Sebagian besar warga sedang melaksanakan ibadah, sehingga keterangan saksi belum dapat diperoleh secara detail di jam-jam awal kejadian," tambahnya.

Saat ini, polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian dan memperketat pengamanan di Desa Bataka guna mencegah adanya potensi konflik susulan antar-keluarga. Identitas lengkap baik korban maupun pelaku masih dalam tahap verifikasi administrasi oleh petugas.

Selain melakukan olah TKP, tim gabungan kini fokus menyisir area yang diduga menjadi tempat pelarian pelaku. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum.

"Baket (bahan keterangan) lengkap akan segera kami sampaikan setelah anggota di lapangan selesai merampungkan identifikasi dan pemeriksaan saksi-saksi kunci," tutup IPDA Imam Eko Akbar.

 (ier)


Reporter: Irfansyah
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT