Home / Berita / Hukrim

Bentrok Antarwarga di Galela Barat, Aparat Gabungan Turun Tangan

Bom Molotov dan Airsoftgun Turut Diamankan
31 Maret 2026
Aparat gabungan turun tangan redam bentrok antar warga di Galela Barat

HALUT, OT – Bentrokan pecah antara warga Desa Kira dan Desa Duma di Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara pada Senin (31/03/2026) malam. Insiden yang dipicu oleh aksi pemukulan seorang pemuda ini melibatkan penggunaan bom molotov hingga senjata jenis airsoftgun.

Ketegangan bermula dari laporan pemukulan terhadap Naufal Bajak, pemuda asal Desa Kira, yang terjadi sekitar pukul 17.30 WIT. Saat korban melintas di Desa Duma dalam perjalanan pulang memangkas rambut, seorang oknum pemuda setempat diduga memukul wajah korban menggunakan ban motor bekas dan melempari punggungnya dengan batu.

Aksi sepihak ini memancing amarah kerabat korban. Sekitar pukul 20.30 WIT, massa dari Desa Kira mulai melakukan pelemparan ke arah pos pengamanan perbatasan, yang kemudian memicu reaksi balasan dari warga Desa Duma.

Situasi berkembang menjadi bentrokan terbuka. Kedua kubu dilaporkan saling serang menggunakan batu, bom molotov, hingga senapan angin. Personel Polsek Galela yang tiba di lokasi sempat kesulitan mengendalikan massa sebelum bantuan tambahan tiba.

Satu pleton Sabhara dan personel Brimob Kompi C Kupa-kupa baru berhasil membubarkan massa sekitar pukul 23.40 WIT setelah melakukan tindakan tegas terukur di bawah komando Kabag Ops Polres Halut, AKP Yulianus Ballanga.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson, yang memimpin langsung penyisiran pada Selasa (31/3/2026) dini hari, mengungkapkan bahwa petugas mengamankan sejumlah barang bukti berbahaya.

"Kami mengamankan parang, katapel, senapan angin, serta satu unit airsoftgun jenis Glock 19 beserta amunisinya. Airsoftgun tersebut diduga milik oknum anggota TNI yang dipinjamkan kepada kerabatnya yang berstatus pelajar," ungkap AKBP Erlichson.

Selain senjata tajam, petugas juga menemukan komponen perakitan senjata dan minuman keras tradisional di rumah-rumah warga saat proses penyisiran.

Hingga Selasa pagi, situasi di perbatasan kedua desa dilaporkan telah berangsur kondusif. Namun, aparat gabungan TNI-Polri tetap disiagakan di titik-titik rawan untuk mengantisipasi aksi balas dendam susulan.

Pihak kepolisian saat ini tengah mengejar pelaku utama pemukulan dan mendalami motif di balik bentrokan yang diduga merupakan rentetan dari konflik lama yang belum tuntas.

 (ier)


Reporter: Irfansyah
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT