HALSEL, OT - Warga Desa Jojame Kecamatan Bacan Barat Utara Kabupaten Halmahera Selatan merasa resah dan khawatir akan terjadi sesuatu akibat peristiwa alam yang kembali melanda Desa dimana curah hujan yang tinggi mengakibatkan puluhan rumah warga desa tersebut terendam banjir pada malam ke-22 Ramadan 1446 H.
Hal ini dikatakan Gain Sadik, salah satu warga Jojame yang rumahnya dilanda banjir, pafa Sabtu, (22/3) dinihari.
Gain mengatakan hujan terjadi sejak pukul 21.00 WIT atau setelah setelah selesai salat Tarawih, dimana hujannya cukup deras dan lama, sehingga tadi jam 01.00 wit dinihari, tiba-tiba banjir melanda.
"Selain rumah saya, rumah warga yang lain juga dilanda banjir”, kata Gain.
Hingga saat ini, curah hujan masih terjadi, banjir juga belum surut, dan sejumlah warga yang rumahnya terdampak banjir, merasa khawatir dan takut.
“Kitorang (kami) takut kalau hujan tidak berhenti dan banjir masih melanda, apalagi ini di waktu malam, semoga tidak terjadi apa-apa”, harap Gain penuh cemas.
Warga lainnya, Darto Karim membenarkan peristiwa ini. Dia bersama keluarga, bahkan lebih memilih untuk mengungsi ke rumah keluarga yang tak dilanda banjir.
“Torang (kami) sekarang sudah mengungsi di sepupu (keluarga) karena banjir sampai sekarang tidak surut-surut, torang tidak tahu harus berbuat apa, hanya bisa berdoa agar hujan dan banjir ini segera selesai”, ucap dia.
Senada, Ito, warga desa Jojame hanya bisa pasrah sembari menyelamatkan anak istrinya kepada rumah keluarganya. Sedangkan rumah miliknya hingga kini masih terendam banjir.
“Ketinggian banjir ini hampir satu meter, sampai saat ini masih belum surut. Seisi rumah saya dipenuhi dengan banjir. Semoga ada perhatian dari Pemda Halsel”, tutur Ito dengan nada sedih.
Situasi saat ini kata dia, membuat warga cemas dan was-was karena hujan belum reda.
(@by)