Home / Pariwisata / Destinasi
05 April 2019

Pemkab Kepsul Promosi Keindahan Bawah Laut Sula di Deep And Extreme Indonesia 2019

Kadis Pariwisata Sula, Muhammad Drakel saat menyampaikan materinya di Talksow DXI Deep And Extreme Indonesia

JAKARTA,   OT-  Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sula (Kepsul) dibawa kepemimpinan Bupati Hendrata Thes, nampaknya serius melakukan promosi pariwisata yang dimiliki daerah tersebut. Salah satunya adalah keindahan bawah laut.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepsul, Muhammad Drakel bersama anggota komunitas under water Syarfudin Koroy memaparkan keindahan bawah laut yang dimiliki Kepulaun Sula pada acara DXI Deep And Extreme Indonesia tahun 2019 di Jakarta Confensent Center (JCC) Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019).

Kadis Pariwisata dalam materinya mengatakan, Kabupaten Kepulauan Sula berada di Provinsi Maluku Utara (Malut), tapi jika dilihat dari sisi geogerafis Sula lebih dekat dengan Pulau Ambon. Selain itu, Sula merupakan salah satu daerah kekuasaan Kesultanan Ternate.

Saat ini, lanjut dia, untuk menuju ke Kepulauan Sula bisa menggunakan pesawat yakni melalui Kota Ternate dan Ambon, sedangkan transportasi laut melalui Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Banggai (Sulteng), Ambon (Maluku) dan juga Ternate (Maluku Utara.

“Potensi wisata yang ada di Kepulauan Sula sangat banyak, termasuk wisata pantai, wisata sejarah, wisata budaya, kuliner, mangrove, wisata religi dan memungkinkan juga ada wisata pendidikan dan wisata edukasi, karena ada beberapa hutan lindung mangrove di Sula yang bisa dimanfaatkan sebagai wisata penelitian dan edukasi,” jelasnya.

Kadispar mengatakan, Pemkab Sula dalam pengembagan pariwisata tahun 2020 nanti akan mengembangkan wisata bahari dengan memanfaatkan potensi alam di sekitar pantai.  “Saat ini kami sudah membangun tiga destinasi wisata, yakni wisata mangrove, bahari dan wisata  diving dan terus dikembangkan agar Kabupaten Kepulauan Sula bisa dikenal oleh wisatawan nusantara dan mancanegara," ujarnya.

Lebih lanjut Kadispar menyampaikan, keindahan bawah laut kepulauan Sula tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia. Bahkan, laut Sula bukam hanya terdapat terumbu karang yang indah tapi bisa ditemukan penyu, hiu dan lainya serta gampang ditemui di spot-spot yang ada.

Kadispar mengaku, beberapa wisatawan dari Jerman, Amerika  dan Jepang telah mengunjungi beberapa spot dive yang ada di Sula, dan mereka tertarik. Hanya saja,  spot ini belum banyak terekspos ke luar karena promosi yang dilakukan masih minim.

Untuk itu, Kadis berharap, wisatawan yang hadiir dalam acara ini bisa berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Sula. “Kami berupaya untuk bisa membantu dan memberikan pelayanan yang terbaik agar wisatawan yang datang di Sula dapat menyatu dengan potensi yang ada di daerah kami,” ujarnya.

Sementara Syarfudin Koroy menambahkan, di Kabupaten Kepulauan Sula baru mengembangkan pariwisata pada tahun ini. Untuk itu, tahun selanjutnya sebagai pemerhati wisata akan terus mendorong pemerintah melakukan promosi.

“Tahun ini kerja keras dan usaha Dispar Sula sehingga bisa tampil di event DXI Deep And Extreme Indonesia Tahun 2019, maka secara tidak lanngsung mempromosikan spot-spot menarik yang ada di Sula, terangya.

Syarfudin mengatakan, di Kabupaten Kepulauan Sula saat ini sudah ada dive center. Untuk itu, bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Sula telah ada peralatan dan pemandu dari komonitas yang siap melayani.

Dia menambahkan, ada 24 spot dive menarik yang tersebar di Kabupaten Kepulauan Sula, diantaranya spot Mata Aya Fattina Baleha, Fatkauyon, Faiihi Waigoyofa, Nona Gem Fatkauyon , Wai Ipa Beach, Fuata, Pulau Sambiki, Oba Kakon Fatkauyon, Ban Bepa Sanana, spot Tanjung Waka dan lainya.(red)


Reporter: Randy Basri