Home / Berita / Citizen Journalist

Pusat Studi STEM Edukasi Pengolahan Sampah Organik Menjadi Ecoenzyme Bersama DWP Kota Ternate

23 Agustus 2026

TERNATE, OT -  Pusat Studi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pengolahan Sampah Organik Menjadi Ecoenzyme” pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Tunggu Pelabuhan Residen Kota Ternate dan diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga yang merupakan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Ternate) serta anak-anak binaan DWP Kota Ternate yang dinaungi dalam wadah Wahana Edukasi Masyarakat.

Kegiatan PKM ini diketuai oleh Dr. Ida Kurnia Waliyanti, S.Si., M.Sc. bersama tim Pusat Studi STEM. Kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga.

Kehadiran ibu-ibu anggota DWP Kota Ternate dan anak-anak binaan dalam kegiatan ini memberikan suasana pembelajaran yang lebih interaktif. Para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga diajak untuk melihat bahwa sampah yang dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Sampah organik, seperti sisa buah dan sayuran, merupakan salah satu jenis sampah yang banyak dihasilkan dari aktivitas rumah tangga. Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah tersebut dapat menimbulkan bau dan berbagai permasalahan lingkungan. Karena itu, diperlukan pengetahuan dan keterampilan sederhana yang dapat diterapkan langsung dari lingkungan rumah tangga.

Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan dengan ecoenzyme, yaitu hasil fermentasi bahan organik, seperti sisa kulit buah dan sayuran, dengan gula dan air. Tim Pusat Studi STEM memberikan penjelasan mengenai bahan yang dapat digunakan, prinsip fermentasi, tahapan pembuatan, serta potensi pemanfaatan ecoenzyme dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan praktik. Para peserta diberikan kesempatan untuk mengenali bahan-bahan yang dapat dimanfaatkan serta memahami tahapan pengolahan sampah organik menjadi ecoenzyme. Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.

Kehadiran anak-anak binaan DWP Kota Ternate yang tergabung dalam Wahana Edukasi Masyarakat juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Anak-anak diberikan pengalaman belajar mengenai lingkungan dan pengelolaan sampah sejak dini. Mereka diajak memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran lintas usia. Ibu-ibu rumah tangga memperoleh keterampilan praktis dalam mengelola sampah organik, sementara anak-anak memperoleh pengalaman dan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kebersihan serta memanfaatkan sampah secara bijak. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan dari orang tua kepada anak dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

.

Dalam pelaksanaannya, tim Pusat Studi STEM menekankan pentingnya ketelitian, kebersihan, kedisiplinan, dan konsistensi dalam setiap tahapan pembuatan ecoenzyme. Pengelolaan sampah yang dilakukan secara rutin dari tingkat rumah tangga diharapkan mampu mengurangi volume sampah sekaligus membangun budaya hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Pendekatan STEM juga menjadi bagian dari kegiatan ini. Peserta dikenalkan pada konsep sains melalui proses fermentasi bahan organik, penggunaan teknologi sederhana dalam pengolahan, penerapan prinsip rekayasa dalam proses pemanfaatan bahan, serta penggunaan konsep matematika dalam menentukan komposisi dan perbandingan bahan secara tepat.

Ketua Tim PKM, Dr. Ida Kurnia Waliyanti, S.Si., M.Sc., menyampaikan bahwa pengelolaan sampah perlu dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga. Menurutnya, pemberian pengetahuan dan keterampilan yang sederhana, praktis, dan mudah diterapkan dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan baru dalam mengelola sampah.

Melalui kegiatan ini, para ibu anggota DWP diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga, sementara anak-anak Wahana Edukasi Masyarakat diharapkan tumbuh dengan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Kegiatan PKM ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat dilanjutkan secara mandiri oleh peserta di lingkungan masing-masing. Pengolahan sampah organik menjadi ecoenzyme diharapkan menjadi salah satu kebiasaan positif yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, Pusat Studi STEM menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat. Edukasi pengolahan sampah organik menjadi ecoenzyme menjadi salah satu langkah sederhana untuk membangun kesadaran lingkungan, meningkatkan keterampilan masyarakat, serta menanamkan kepedulian lingkungan kepada generasi muda.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara Pusat Studi STEM, DWP Kota Ternate, dan Wahana Edukasi Masyarakat dalam menghadirkan kegiatan pendidikan dan pemberdayaan yang berorientasi pada lingkungan, inovasi, keterampilan, dan keberlanjutan.

 (fight)


Reporter: Gibran

BERITA TERKAIT