Home / Berita / Citizen Journalist

Keluarga Besar Nahdayyin Malut Peringati Isra Mi'raj

13 Maret 2021
Perayaan Isra Mi'raj oleh keluarga besar NU Maluku Utara di Ternate

TERNATE, OT - Nahdlatul Ulama (NU) Maluku Utara bersama Gerakan Pemuda (GP) Ansor Maluku Utara, Ikatan alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Ika PMII) Maluku Utara dan Pengurus Kordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Maluku Utara memperingati perayaan Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW, Jumat (12/3/2021) tadi malam, di Rektorat Unutara Kelurahan Tanah Tinggi Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate.

Turut hadir dalam perayaan tersebut, sesepuh bersama ratusan warga Nahdliyyin di kota Ternate serta pengurus dan anggota GP Ansor, Ika PMII, PKC-PMII serta tamu undangan lainnya.

Meski dihadiri ratusan warga Nahdiyyin, perayaan tersebut tetap menerapakan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Dalam sambutan dan arahannya La Bani Ladesi yang juga Ketua LPTNU/pengurus NU Maluku Utara mengajak warga Nahdliyyin untuk tetap menjaga dua hal penting, diantaranya, Hablum minallah yakni menjaga hubungan dengan Allah SWT dengan menjaga shalat 5 waktu kita, serta Hablum minannas yakni menjaga hubungan dengan sesama manusia.

"Dua hal ini penting untuk terus dijaga, jangan sampai putus," pesannya.

Sementara itu Ketua Ansor Maluku Utara Mukhtar Yusup menyampaikan, pentingnya meneladani sikap dan perilaku Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

"Rajinlah shalat, membantu antar sesama/sering bersedekah, menjaga silaturahim kita, terutama antar Lembaga baik di internal NU dan banom, juga dengan lembaga kepemudaan dan organisasi keagamaan di negeri ini," pesan Mukhtar.

Menurutnya, dengan silaturrahni sesama warga, diharapkan negeri tetap aman tentram, warga bangsa  beraktifitas dengan aman, lancar dan damai.

Dalam Hikmah Isra Mi'raj yang disampaikan Ustadz Said Hamzah, Isra dan Miraj adalah dua peristiwa yang berbeda namun berlangsung dalam waktu yang sama.

Peristiwa ini memiliki banyak hikmah Isra Miraj, di mana perjalanan Rasul ke langit yang bisa untuk menentukan beberapa waktu shalat.

Isra diceritakan yaitu sebagai kisah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha sedangkan Mi'raj berarti kisah perjalanan Muhammad Rasulullah dari bumi naik ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha, peristiwa ini terjadi sebagai bentuk Rasul menerima perintah Allah menjalankan shalat lima waktu dalam sehari semalam.

"Tego tego mai sabea, tagih tagih mai sabea, hotu-hotu Mai sabea (duduk-dudukpun shalat/sembahyang, jalan jalan pun shalat,  tidur tidur pun shalat) ini harus diartikan secara utuh jangan sepenggal-sepenggal, bukan cuma shalat yang dikerjakan, tapi amal dan perbuatan juga harus sesuai," pesan ustadz Said Hamzah.

 (tima)


Reporter: Gibran
Editor: Fadli

BERITA TERKAIT