Home / Ekonomi / Bisnis

Wakil Wali Kota Ternate Panen Perdana Tomat di Tobololo

23 Mei 2021
Panen perdana komoditi tomat oleh Wawali bersana Kadistan di Tobololo

TERNATE, OT - Wakil Wali (Wawali) Kota Ternate, Jasri Usman, bersama Kepala Dinas Pertanian, Thamrin Marsaoly, Sabtu (23/5/2021) akhir pekan kemarin, melakukan panen perdana kelompok tani binaan Dinas Pertanian (Distan) Kota Ternate, Sarilaha di Kelurahan Tobololo, Kecamatan Ternate Barat.

Selain Wawali dan Kadistan, panen perdana komoditi tomat juga dihadiri ibu Wakil Wali Kota, Lily Jasri, Plt Camat Ternate Barat, Lurah Tobololo serta sejumlah penyuluh pertanian Distan Kota Ternate

Kepada sejumlah wartawan, termasuk indotimur.com, Wawali mengaku tertegun.melihat hasil pertanian berupa cabai keriting dan tomat milik kelompok tani Sarilaha yang ditamam pada lahan seluas setengah hektare.

"Saya tertegun juga melihat hasil tanaman yang ada, tomat dan rica tumbuh begitu subur dan berkembang dengan baik. Tentunya hasil ini diharapkan bisa mambantu memenuhi kebutuhan bahan dapur masyarakat Kota Ternate," kata Wawali.

.

Apresiasi juga sampaikan Wawali untuk kelompok tani dengan harapan usaha tersebut bisa terus dikembangkan.

Orang nomor.dua di jajaran Pemkot Ternate itu berharap selain di Tobololo, kelompok tani di Kelurahan lain juga bisa melakukan hal serupa, sebagai upaya mengurangi ketergatungan pasokan komoditi dari daerah lain.

Menurut Wawali, padda waktu-waktu tertentu, komoditi seperti tomat dan rica bisa mengalami lonjakan harga, namun hal itu bukan disebabkan oleh produktifitas yang kurang, melalainkan permainan harga yang sengaja dimaikan oleh oknum-oknum tertentu.

"Sehingga jika petani binaan Dinas Pertanian ini bisa kita galakan dengan baik untuk bisa menjaga stabilitas pasar, maka Insya Allah ketergantungan dari daerah lain bisa berkurang dan harga bahan bisa normal," ujar Wawali didampingi  Kepala Distan Kota Ternate, Thamrin Marsaoly.

Terkait permasalah hasil pertanian dan permainan harga ini, Wawali mengaku masih memerlukan waktu untuk bisa melihat secara dekat berbagai problem yang terjadi pada kebutuhan-kebutuhan masyarakat Ternate.

.

"Saya dan pak Wali kurang lebih baru satu bulan (menjabat-red), beri kami waktu untuk berproses dan mengkaji. Misalnya kita punya stok ada tapi di lapangan harganya melonjak, maka ini yang butuh kita kaji untuk mengambil kebijakan yang tepat," katanya.

Sementara itu, ketua Kelompok Tani Sarilaha, Habda Djae mengatakan, lokasi pertaniannya kurang lebih seluas setengah hektare.

Selain rica dan tomat, kelompok tani Sarilaha juga menanam ketimun dan pare. 

Habda menyebut, untuk tomat, dalam sekali panen bisa mencapai 180 hingga 340 kg, sementara cabai keriting bisa mencapai 70 kg.

Dia menyatakan, seluruh hasil panen langsung dijual di sejumlah pasar di Ternate, sehingga tidak ada harga yang dimainkan oleh oknum-oknum tertentu, "hasilnya langsung kita jual ke pasar tidak lagi melalui tangan kedua atau dibo-dibo," ujarnya.

Habda yang telah bertani sejak tahun 2006 ini menuturkan, dalam bertani sangat dibutuhkan perawatan tanaman, semisal pupuk, termasuk air.

Dia bersama kelompoknya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkot Ternate utamanya Kepala Distan, yang selalu mensupport dengan memberikan bantuan seperti mulsa, bibit, pupuk, hingga obat.

.

"Pak Kadis dalam memberikan bantuan, lebih dulu melihat pada orang-orang yang memang benar-benar ingin bertani, itu yang beliau kasih," ujarnya.

Meski demikian, dia mengaku masih menemui kendala dalam bertani. Salah satu kendala krusial adalah ketersediaan air untuk lahan pertanian.

"Saat musim kemarau, kami harus membeli air untuk ditampung di profil tank, ini menjasi kendala, sehingga kami berharap, kedepan, pemerintah bisa mengindentifikasi kebutuhan-kebutuhan petani, agar ketersediaan komoditi rica dan tomat selalu tersedia," harapnya.

"Soal air ini kan kita selalu menampung dari curah hujan, tapi kalau musim kemarau saya harus beli pakai profil. Satu tangki harganya Rp, 350 ribu, dan kalau tamanan full dalam satu kali penyiraman saya butuh sampai 3 tangki," tandasnya.

 (tima)


Reporter: Gibran
Editor: Fadli

BERITA TERKAIT