Home / Ekonomi / Bisnis
23 April 2019

Pastikan Stok Kebutuhan, Kementerian Perdagangan RI Pantau Harga Sembako Di Ternate

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kasan Muhri didampingi Kadis Perindag Kota Ternate, Nuryadin Rschman saat memantau harga sembako di pasar Gamalama

TERNATE, OT -  Guna memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok jelang bulan suci Ramadhan 1439 H,  Kementerian Perdagangan RI, melalui Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan,.melakukan peninjauan sejumlah pasar dan kawasan sentra ekonomi di wilayah Kota Ternate.

Selain, melakukan peninjauan pada sejumlah pasar dan sentra ekonomi, kunjungan kerja Kementerian Perdagangan RI, yang diwakili oleh Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kasan Muhri selama dua hari di Ternate itu, juga dirangkai dengan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda).

Dalam kunjungan pada sejumlah sentra ekonomi di Ternate, Khasan Muhri didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Provinsi Maluku Utara  Asrul Gailea bersama Kadisperindag Kota Ternate, Nuryadin Rachman.

Kepala Badan Pengkajian dan Perdagangan, Kementerian Perdagangan RI Khasan Muhri dalam keterangannya, menyampaikan, , berdasarkan kunjungan di lapangan terutama di pasar Higenis Ternate, terdapat beberapa kebutuhan yang mengalami penurunan harga, seperti tomat dan cabai, namum ada dua koditi lainnya yang melami kenaikan, yakni bawang merah dan bawang putih.

Dia menduga, kenaikan dua komoditi pangan, akibat dipasok dari luar Ternate, sehingga mempengaruhi harga jual, "untuk kedua kebutuhan yang  naik tersebut, karena pasokannya dari luar, seperti Manado dan Surabaya, sementara pengiriman yang lancar itu dipasok melalui Manado, untuk kebutuhan sendiri tetap terpenuhi," kata Khasan kepada sejumlah wartawan disela-sela kunjungannya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Bahan Pokok Kota Ternate, Nursidi mengaku, kebutuhan pangan seperti sayur mayur, tomat, cabai keriting dan cabai rawit, harganya cukup stabil, karena pemasokan lancar dan persedian sangaat banyak sehingga tidak ada kenaikan untuk kebutuhan tersebut.

Dia menyatakan, kenaikan bahan kebutuhan pokok khususnya komoditi bawang, bukan dilakukan oleh Asosiasi Pedagang, namun kenaikan harga telah terjadi di sentra pengambilan langsung, seperti Manado, Makasar, Surabaya dan Nusa Ternggara Barat.

Dia menjelaskan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan kenaikan harga komoditi, "karena kenaikan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya, stok terbatas atau cuaca yang kurang bersahabat, sehingga suplai dari sentra produkasi memang ada akenaikan," pungkasnya.(thy)


Reporter: Ibenk