Home / Ternate Andalan

PAD Kota Ternate Triwulan I 2026, Lampaui Target, DPRD Beri Apresiasi

26 Februari 2026
Kepala BP2RD Kota Ternate, H Mochtar Hasim

TERNATE, OT - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ternate pada triwulan pertama tahun 2026 berhasil melampaui target.

Data dari Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate, menyebutkan, hingga akhir Februari, total PAD telah mencapai Rp22 miliar. Capaian ini menandakan kinerja positif di awal tahun anggaran.

Hal ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kota Ternate bersama Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD), pada Kamis, (26/2/2026).

Kepala BP2RD Kota Ternate, Mochtar Hasim, menyampaikan capaian tersebut kepada sejumlah wartawan termasuk indotimur.com usai menghadiri RDP dengan DPRD Kota Ternate.

Dia menjelaskan, meski masih tersisa satu bulan sebelum penutupan triwulan pertama, realisasi pajak daerah sudah melebihi target.

“Dari target pajak daerah sebesar Rp102 miliar, hingga akhir Februari realisasinya sudah di atas 15 persen, bahkan mendekati 18 persen. Ini menunjukkan kerja nyata dari seluruh OPD pengelola PAD,” ujar Mochtar.

Mantan Kadishub Kota Ternate itu merinci, sektor retribusi dengan target Rp40 miliar telah terealisasi lebih dari Rp3,5 miliar atau sekitar 9 persen. Sementara PAD sah lainnya berada di kisaran 2 persen.

"Secara keseluruhan, dari total target PAD Kota Ternate tahun 2026 sebesar Rp159 miliar, realisasi triwulan pertama telah menyentuh angka Rp22 miliar," ungkap Mochtar.

BP2RD selaku leading sektor PAD optimis capaian tersebut akan terus meningkat pada bulan Maret seiring dengan optimalisasi kinerja OPD pengelola retribusi.

“Kami berharap pada Maret capaian retribusi minimal sudah 15 persen, bahkan bisa terdongkrak hingga 25 persen. Momentum Ramadan juga diprediksi akan mendongkrak penerimaan, terutama dari retribusi pedagang musiman,” terang Mochtar optimis.

 

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate, Farijal Teng, memberi apresiasi atas capaian kinerja BP2RD yang berhasil melampaui target PAD di awal tahun.

“Ini langkah strategis dan bentuk sinergitas yang baik dalam pengelolaan PAD. Meski ada beberapa sektor yang masih perlu ditingkatkan, secara umum capaian ini cukup menggembirakan,” ungkap Farijal.

Dia juga mengingatkan, upaya optimalisasi retribusi di kawasan Jatiland Mall dengan menempatkan empat OPD pengelola PAD diharapkan bisa memaksimalkan potensi pendapatan daerah.

Farijal turut mengapresiasi kinerja jajaran BP2RD yang intens membangun koordinasi dan komunikasi sehingga sejumlah tunggakan besar, termasuk dari Hotel Amara, telah berhasil diselesaikan.

Meski demikian, Farijal menegaskan sistem pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masih perlu diperkuat untuk meningkatkan penerimaan di masa mendatang.

 (fight)


Reporter: Gibran
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT