TERNATE, OT – Antusiasme peserta dan orang tua mewarnai pelaksanaan lomba Spelling Bee yang digelar hasil kolaborasi lembaga kursus bahasa Inggris dan Kelurahan Mangga Dua Utara. Sebanyak 73 siswa sekolah dasar ambil bagian dalam kompetisi yang menjadi wadah pengembangan kemampuan bahasa Inggris tersebut.
Penyelenggara kegiatan, Lydia Ismail Alting, mengaku bangga melihat semangat para peserta sejak awal hingga akhir perlombaan. Menurutnya, tidak hanya siswa yang antusias, tetapi juga guru pendamping dan para orang tua.
"Saya melihat antusiasme yang sangat luar biasa dari peserta, guru pendamping maupun orang tua. Untuk kategori A dan B total ada 73 peserta. Kategori A untuk siswa kelas 1 sampai kelas 3 SD, sedangkan kategori B untuk kelas 4 sampai kelas 6 SD," ujar Lydia.

Dia mengatakan, lomba tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat anak-anak dalam mempelajari dan menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Lydia, banyak siswa yang mengikuti kursus bahasa Inggris selama bertahun-tahun, namun minim kesempatan untuk mempraktikkannya. Akibatnya, kemampuan yang telah dipelajari perlahan berkurang karena jarang digunakan.
"Harapan saya, anak-anak semakin tertarik dan lebih banyak mempraktikkan bahasa Inggris yang mereka pelajari. Selama ini banyak yang belajar, tetapi implementasinya masih kurang," katanya.
Melihat tingginya minat peserta, Lydia mengaku telah berdiskusi dengan pihak Kelurahan Mangga Dua Utara untuk mengembangkan kegiatan serupa pada jenjang yang lebih tinggi.
"Tahun depan kemungkinan akan dibuka untuk tingkat SMP. Kami masih akan mempertahankan konsep Spelling Bee karena responsnya sangat baik," ungkapnya.
Tak hanya itu, Lydia juga memiliki cita-cita membentuk klub bahasa Inggris yang dapat menjadi ruang interaksi bagi pelajar SD, SMP hingga SMA. Klub tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para siswa untuk terus menggunakan bahasa Inggris secara aktif di luar lingkungan sekolah maupun tempat kursus.
"Saya ingin membentuk English Club yang berkelanjutan. Jadi anak-anak yang belajar bahasa Inggris di mana saja bisa berkumpul satu atau dua kali dalam sebulan untuk berinteraksi menggunakan bahasa Inggris. Dengan begitu, kemampuan mereka tidak hilang karena jarang dipakai," jelasnya.
Dia juga mengapresiasi dukungan penuh yang diberikan Pemerintah Kelurahan Mangga Dua Utara selama pelaksanaan kegiatan.
"Kolaborasi dengan pihak kelurahan luar biasa. Pak Lurah bahkan ikut membantu secara teknis selama kegiatan berlangsung. Saya sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan," tuturnya.
Sementara itu, Lurah Mangga Dua Utara, Yosman Marsaoly, mengatakan sejak awal pihaknya menyambut baik gagasan penyelenggaraan lomba tersebut. Pemerintah kelurahan juga mendorong agar kegiatan tidak berhenti pada kompetisi semata.
"Kami berharap setelah lomba ini ada tindak lanjut berupa pembentukan klub-klub bahasa Inggris untuk membina para peserta. Jadi bukan hanya lomba sesaat, tetapi ada proses pembelajaran yang berkelanjutan," katanya.
Yosman menilai Spelling Bee merupakan kegiatan positif yang baru pertama kali digelar di Kota Ternate dan mampu melatih kemampuan sekaligus mental para peserta.
"Saya melihat langsung bagaimana anak-anak diuji mentalnya saat tampil. Ini bukan hanya soal kemampuan mengeja, tetapi juga keberanian tampil di depan umum. Kegiatannya berjalan sangat objektif dan netral," ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini layak dikembangkan menjadi agenda tahunan dengan cakupan peserta yang lebih luas. "Pemerintah kelurahan pun siap memberikan dukungan agar program tersebut terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi pengembangan sumber daya manusia sejak usia dini," tutup Yosman.
(ier)







